Tingkat Kesadaran Urus Akta Kelahiran dan Kematian Rendah

Selasa, 20 Maret 2018 | 17:31 WIB

Daenuri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rembang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat kesadaran masyarakat untuk mengurus akta kelahiran dan kematian di Kabupaten Rembang disebut masih rendah, terutama yang tinggal di daerah terpencil.

Mereka beralasan terbebani biaya untuk mengurus dua dokumen kependudukan itu, padahal gratis. Ternyata mereka menggunakan jasa calo atau penghubung untuk bisa mengakses akta tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang Daenuri mengaku mendekatkan layanan akta kelahiran dan kematian bagi masyarakat di setiap kecamatan.

Pihaknya menerjunkan layanan keliling, bahkan sampai ke desa terpencil, bila diperlukan. Program ini akan berjalan hingga akhir tahun ini, agar seluruh warga punya akta kelahiran dan kematian.

“Layanan akta kelahiran dan kematian gratis secara keliling di tiap kecamatan, tidak memberatkan anggaran. Dua tahun terakhir, atau pada 2017 dan 2018, anggaran disiapkan,” ujarnya.

Pihaknya hanya menyediakan bahan bakar. Tidak ada honor khusus, karena layanan dilakukan pada jam dinas. Pelayanan dilakukan sejak pukul 07.00 hingga pukul 14.00 atau hingga habis pemohon.

“Pada layanan keliling, pemohon akta kelahiran mesti menyediakan persyaratan secara lengkap, yaitu surat keterangan kelahiran asli dari Kades dan salinan akta nikah terlegalisasi.

Kemudian, kartu keluarga yang memuat nama anak serta salinan KTP kedua orang tua dan dua orang saksi,” paparnya, saat dikonfirmasi mataairradio.com pada Selasa (20/3/2018).

Bagi yang sudah dewasa, namun belum berakta kelahiran, syarat itu ditambah salinan ijazah sejak SD sampai terakhir.

Adapun pemohon akta kematian, syaratnya berupa surat keterangan kematian asli dari Kades, salinan KTP dua orang saksi, dan kartu keluarga yang memuat nama anggota keluarga yang meninggal.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan