Tingkat Kelulusan SMA Sederajat di Rembang Tidak Seratus Persen

Sabtu, 7 Mei 2016 | 15:57 WIB
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Avicenna Lasem. Ujian terganggu oleh listrik padam mendadak pada Selasa (5/4/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Avicenna Lasem. Ujian terganggu oleh listrik padam mendadak pada Selasa (5/4/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat kelulusan siswa SMA sederajat di Kabupaten Rembang tidak mencapai seratus persen. Pada tahun ini, dua siswa dinyatakan tidak lulus.

Kepala Bidang Kurikulum pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Mutakin mengungkapkan, persentase kelulusan siswa SMA/MA/SMK adalah 99,9 persen.

“SMA/MA/SMK nggak lulus satu, sedangkan dari Paket C juga tidak lulus satu,” bebernya kepada reporter mataairradio mengenai kelulusan siswa SMA sederajat tahun 2016 yang diumumkan secara serentak se-Jawa Tengah, Sabtu (7/5/2016) pukul 15.00 WIB.

Ia juga mengungkapkan, satu siswa dari pendidikan formal yang tidak lulus berasal dari SMA Negeri 3 Rembang, sedangkan satu siswa yang tidak lulus Paket C berasal dari LKP Siap Mandiri.

“Kalau dipersentase, SMA/MA/SMK 99,99 persen, sedangkan Paket C 99,76 persen,” katanya menyebutkan.

Pada 2016, di Kabupaten Rembang, Ujian Nasional tingkat SMA/MA/SMK yang mestinya diikuti 6.492 siswa, dihadiri oleh 6.489 peserta dan akhirnya 1 peserta di antaranya dinyatakan tidak lulus.

Adapun UNPK Paket C yang mestinya diikuti 472 siswa, dihadiri oleh 419 peserta dan akhirnya 1 peserta di antaranya dinyatakan tidak lulus.

Mutakin menyatakan sudah mengonfirmasi kepada pihak sekolah dan LKP yang bersangkutan, tentang alasan ketidaklulusan masing-masing satu peserta didiknya.

“Hasil konfirmasi kami ke sekolah, yang dari SMA Negeri 3 Rembang itu karena ada mata pelajaran yang tidak ikut ujian sekolah. Sementara yang dari Paket C, tidak lulus karena hanya masuk UN 2 hari. Susulan juga tidak datang,” terangnya.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah siswa dari sekolah formal yang tidak lulus pada tahun ini menurun. Tahun lalu ada dua siswa masing-masing dari SMA Negeri Pamotan dan SMK Negeri Sumber yang dinyatakan tidak lulus.

Ditambahkan, meski kelulusan sudah diumumkan, namun ijazah atau setidaknya SHUN, belum dibagikan langsung kepada siswa karena saat ini masih dalam proses pembuatan.

“Ijazah dan SHUN masih menunggu info selanjutnya,” imbuhnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan