Tim Sepakbola Pondok Leteh Ikuti Liga Santri

Rabu, 9 September 2015 | 14:20 WIB
Asisten Pelatih Roubin FC, Muhammad Ali Mustofa. (Foto: Wahyu Salvana)

Asisten Pelatih Roubin FC, Muhammad Ali Mustofa. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim sepakbola dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh-Rembang, Roubin FC, segera mengikuti kompetisi Liga Santri Nusantara, yang kick-off-nya sudah 6 September lalu.

Roubin FC berada dalam satu grup dengan tim sepakbola dari pesantren di Blora dan Winong-Pati di bagian Zona Jawa Tengah.

Asisten Pelatih Roubin FC Muhammad Ali Mustofa mengatakan, baru kali ini timnya mengikuti kompetisi resmi. Tetapi, targetnya bisa memenangi setiap laga.

“Saat ini, 22 pemain sudah kami siapkan. Tinggal pematangan saja lewat latihan. Sementara untuk uji coba, kita tandingkan dengan santri yang senior,” kata Ali kepada mataairradio.

Tetapi mengenai laga perdana timnya, pihak Roubin FC masih menunggu jadwal. Sembari menunggu, kini mereka terus berlatih di Lapangan Borotugel di wilayah Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang.

“Kita masih nunggu jadwal. Kalau soal latihan, kita pinjam lapangan yang di Borotugel itu. Kita matur ke Pak RT, setelah disetujui baru kita pakai latihan,” terangnya.

Ali mengakui adanya sejumlah kendala dalam menyiapkan tim. Pertama, memilih santri yang usianya di bawah 17 tahun karena memang syarat kompetisi.

“Selain itu, beberapa santri ada yang belum memiliki sepatu, sehingga mesti pinjam atau beli baru,” ujarnya.

Kalau soal izin karena “libur” mengaji, dia mengaku sudah direstui oleh pihak pondok pesantren.

“Sudah diizini oleh pengasuh dan lurah pondok,” tegasnya.

Ahmad Munir, salah seorang santri mengaku senang bisa terpilih menjadi bagian dari tim. Kebetulan, tim pelatih menunjuknya sebagai gelandang serang.

“Senang bisa terpilih. Saya ditunjuk jadi gelandang serang,” kata santri asal Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang.

Ia mengaku tak pernah berpikir, bisa ikut turnamen sepakbola pada skala nasional. Meski baru kali ini ikut turnamen resmi, dia memimpikan gelar juara.

“Soal izin karena tidak mengaji, sudah ‘matur’ ke pihak pondok dan diizinkan. Inginnya kami juara. Ini kita berusaha dan tidak putus asa,” imbuhnya.

Sepakbola U-17 Liga Santri Nusantara akan diikuti 192 tim yang terbagi dalam 16 zona di 10 provinsi se-Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, liga santri merupakan momentum untuk menggairahkan kembali sepak bola di Indonesia, salah satunya melalui pondok pesantren.

Tim-tim yang berhasil menjadi juara pada zona masing-masing akan masuk ke dalam group 16 besar. 16 besar dibagi dalam 3 group yakni, Sukoharjo-Jawa Tengah, Purwakarta-Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Partai puncak dijadwalkan berlangsung 10 November 2015 di Stadion Gelora 10 November Surabaya atau di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. adib abdurahman

    September 9, 2015 at 8:19 pm

    Dari alumni karawang mendukung Roubien FC juara. Tanggalkan rokok.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan