Tim Pengendali Inflasi Daerah Pemprov Jateng Pantau Harga Semboko Jelang Nataru

Kamis, 23 Desember 2021 | 11:35 WIB

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memantau harga sembako di sejumlah Pasar Tradisional di Kota Semarang, pada Kamis (23/12/2021). (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, mataairradio.com – Menjelang akhir tahun, harga sejumlah bahan pokok atau sembako mengalami kenaikan harga. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan ada lima komoditas bahan pokok yang menjadi perhatian tim pengendali inflasi daerah untuk segera diselesaikan.

“Tadi pagi saya berkeliling ke tiga pasar, ternyata ada kenaikan (harga) minyak goreng, telur, ayam, cabai setan, terus kemudian bawang merah. Itu lima komoditas yang hari ini menjadi perhatian. Kita akan koordinasikan agar tim pengendali inflasi daerah segera bekerja,” kata Ganjar, Kamis (23/12/2021).

Sebelumnya Ganjar turun langsung memantau harga bahan pokok di pasar sambil bersepeda. Ada tiga pasar di Kota Semarang yang didatangi, yaitu Pasar Wonodri, Pasar Kanjengan, dan Pasar di kawasan Jalan Prembaen.

Dari pantauan di tiga pasar itu diketahui lima komoditas bahan pokok itu mengalami kenaikan harga yang relatif tinggi. Misalnya harga cabai setan yang harganya melonjak sampai sekitar Rp80 ribu per kilogram.

“Cabai Rawit Setan sekarang Rp80 ribu (per kg), biasanya cuma Rp20 ribu, langsung melonjak. Cabai hijau dan merah juga naik. Bawang merah juga. Lainnya yang juga naik itu ayam potong, telur, dan minyak goreng,” ujar hampir setiap pedagang maupun pembeli yang ditemui Ganjar di pasar.

Terkait kenaikan harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kota Semarang itu, Ganjar mengatakan sudah dikoordinasikan dengan Wali Kota Semarang. Kenaikan harga bahan pokok itu juga segera dikomunikasikan dengan Kementerian terkait agar segera bisa diselesaikan dan harga bahan pokok kembali terkendali.

Selain itu, Ganjar juga sudah siap untuk melakukan operasi pasar apabila kondisi harga bahan pokok di pasar belum juga terkendali.

“Nanti kami akan coba komunikasi dengan kementerian yang ada di pusat agar soal ini bisa segera kita selesaikan. Khususnya yang agak lama ini adalah minyak goreng maka kalau tidak nanti kita akan lakukan operasi pasar saja,” katanya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan