Tikungan Semu Depan SMAN 2 Telan Nyawa

Sabtu, 18 April 2015 | 15:05 WIB
Salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura sebelah timur PLTU Sluke, saat masih disemayamkan di kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (17/4/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Salah satu korban kecelakaan di Jalur Pantura sebelah timur PLTU Sluke, saat masih disemayamkan di kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (17/4/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Tikungan semu di depan SMA Negeri 2 Rembang menelan korban nyawa, Sabtu (18/4/2015) pukul 03.00 WIB dini hari. Ini setelah seorang pesepeda motor terjatuh akibat keserempet truk tak dikenal yang sedang menyalipnya.

Menurut Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, korban awalnya melaju dari arah barat ke timur dengan menunggang Honda Astrea Prima K 5280 GH. Sesampainya di depan SMA 2, pengendara yang diketahui bernama Radiman (55) warga Karangsekar-Kaliori, tiba-tiba goyang kanan.

“Sementara dari arah belakangnya, melaju truk yang hendak mendahului sepeda motor itu. Korban keserempet dan jatuh, sehingga kepalanya membentur aspal dan akhirnya meninggal dunia. Saat kejadian, minim saksi di lokasi. Nomor polisi truk pun tidak terkenali karena hari masih gelap,” ungkap Ismail.

Usai kejadian, korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala dan tangan kanan, dibawa ke rumah sakit daerah. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengetahui identitas korban setelah segera berhasil kontak dengan keluarga.

Kanitlaka menegaskan, lokasi depan SMA Negeri 2 Rembang terdapat tikungan semu. Tampak seperti tikungan asli yang tajam, padahal hanya sedikit. Dia menduga, korban menggoyang laju kendaraan sedikit ke kanan karena bersiap menikung. Sementara nyatanya, tikungan tersebut nyaris tidak ada.

“Selain dugaan tikungan semu sebagai penyebab kecelakaan, lokasi kejadian juga minim lampu penerangan jalan. Apalagi, jalan setempat kan empat lajur, sehingga membuat bebas pengendara saat melintas pada situasi sepi,” ujarnya.

Iptu Muhammad Ismail menambahkan, polisi perlu mendapat tambahan keterangan dari keluarga korban, meski jenazah almarhum sudah diserahkan untuk dimakamkan. Hal ini karena pihaknya akan mengupayakan klaim Jasa Raharja untuk korban. Radiman dikenal sebagai abang becak yang biasa mangkal di Pasar Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan