Tiga Tersangka Korupsi RSUD Rembang Akhirnya Ditahan

Jumat, 18 Desember 2015 | 16:28 WIB
Direktur Utama PT Dutarama Surabaya, Muhammad Zuhri (tiga dari kanan) sesaat sebelum melangkahkan kaki masuk ke Rutan Rembang untuk ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat, atas kasus dugaan korupsi RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

Direktur Utama PT Dutarama Surabaya, Muhammad Zuhri (tiga dari kanan) sesaat sebelum melangkahkan kaki masuk ke Rutan Rembang untuk ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat, atas kasus dugaan korupsi RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang tersangka pelaku dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri setempat, Jumat (18/12/2015) siang.

Penahanan itu dilakukan menyusul pelimpahan tahap kedua berupa berkas perkara, tersangka, dan barang bukti dugaan korupsi itu, dari penyidik di Polres Rembang kepada pihak Kejari setempat.

Tiga tersangka itu adalah Muhammad Zuhri (49), Budi Harsono (36), dan Mujiono (41).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan sempat kesulitan untuk menghadirkan Muhammad Zuhri, Direktur Utama PT Dutarama Surabaya, sehingga pelimpahan tahap kedua nyaris tersendat.

“Kami menangkap paksa Zuhri di Semarang setelah perintah agar dia wajib lapor tidak dilakukan belakangan ini. Kalau soal indikasi kabur, saya tidak ada bukti ke arah sana,” katanya.

Barang bukti yang turut dilimpahkan bersama tiga tersangka tersebut antara lain dokumen kontrak kerja dan tiga unit laptop yang dipakai untuk aktivitas oleh yang bersangkutan, dalam kaitan dengan pekerjaan yang diduga dikorupsi.

Seluruh barang bukti diperiksa oleh pihak kejaksaan.

Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Bintarno menyatakan menerima pelimpahan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti atas kasus tersebut.

“Selanjutnya, kami akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Namun, hanya 1 yang ditahan di dalam rutan,” katanya.

Bintarno menjelaskan, tersangka Muhammad Zuhri, warga Sidoarjo-Jawa Timur, terbilang tidak kooperatif dengan penyidik. Baginya, akan menjadi susah jika Zuhri sampai kabur.

Tapi Budi Harsono warga Kabongan Lor-Rembang dan Mujiono warga Tireman-Rembang, mungkin tahanan kota.

“Yang dua, kami harus koordinasi dulu dengan pimpinan (apakah harus tahanan rutan atau tahanan kota),” tegasnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang senilai Rp7,9 miliar, bergulir sejak tahun 2013.

Ketika itu polisi menerima laporan indikasi korupsi atas pembangunan gedung tiga lantai oleh PT Dutarama. Diduga, volume dan spesifikasi proyek itu disunat.

Polisi pun langsung bergerak menyelidiki. Tahun 2014, kasus itu dinaikkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka.

Budi dan Muji yang merupakan Direktur PT Dutarama Perwakilan Rembang, disebut sebagai pihak yang mesti bertanggungjawab bersama Direktur Utama.

Proses penuntasan kasus ini sempat disendat oleh audit perhitungan kerugian negara dari BPKP Jawa Tengah, lantaran harus antre.

Maka, begitu BPKP menyatakan ada kerugian negara Rp997 juta, penyidikan pun berlanjut sampai dilimpahkannya perkara ini secara seluruhnya ke kejaksaan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan