Tiga Tersangka Kasus RS Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Selasa, 29 September 2015 | 18:55 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Tiga tersangka berikut barang bukti kasus dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr R Soetrasno segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rembang.

Pelimpahan itu setelah berkas kasusnya sudah dinyatakan lengkap atau P-21.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono melalui Kepala Unit III Reskrim Ipda Al Sutikna menyatakan akan melimpahkan berkas perkara, alat bukti, dan tiga tersangka ke Kejari pada pekan depan.

Selasa (29/9/2015) ini, pihaknya sedang bersiap melakukan gelar perkara untuk calon tersangka lain.

Tiga tersangka sebelumnya, masing-masing Zr, Mj, dan BH, akan diperiksa lagi.

Dua di antaranya, yakni Mj dan BH akan diperiksa sebagai saksi mahkota untuk tersangka baru nanti.

“Kami menerima P-21 dari kejaksaan pada Jumat 21 September lalu. Kami akan meresponnya dengan pelimpahan tersangka pekan depan. Nanti saya beri kabar,” katanya kepada mataairradio.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Eko Yuristianto menyatakan tidak ada batas waktu bagi penyidik di kepolisian untuk melakukan pelimpahan tahap kedua.

“Pelimpahan tahap kedua itu meliputi pelimpahan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti,” terangnya.

Eko menyatakan pula bahwa sebenarnya akan lebih baik pelimpahan tahap kedua segera dilakukan oleh pihak kepolisian kepada pihak kejaksaan.

Namun, dia justru berharap kepada pihak kepolisian tidak terlalu buru-buru melakukan pelimpahan tahap kedua, karena saat ini, kejaksaan sedang sibuk sidang.

“Beberapa jaksa “tersedot” untuk menjadi penuntut pada persidangan kasus antara lain dugaan korupsi tukar guling tanah aset Desa Sidorejo-Sedan,” kata Eko.

Selain untuk persidangan kasus tersebut, jaksa lain juga mesti mengikuti sidang kasus dugaan korupsi dana hibah fiktif untuk Mushala Arrahmah Desa Bogorejo-Sedan.

“Yang kasus mushala, sidang mulai besok (1/10/2015). Hari ini (29/9/2015) sidang kasus Sholih (tukar guling tanah banda desa Sidorejo). Kalau kami akan dilimpahi lagi soal rumah sakit pekan ini, kami akan kedodoran,” katanya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang bergulir sejak tahun 2012.

Berdasarkan hasil audit dari BPKP Jawa Tengah, nilai kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut mencapai Rp997 juta.

Kasus ini sendiri bermula, ketika manajemen rumah sakit plat merah membangun ruang perawatan tiga lantai kelas VIP di sisi barat, senilai Rp7,7 miliar.

Selain pengerjaannya molor dari waktu yang ditetapkan, diduga kualitas bangunan juga tidak sesuai standar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan