Tiga Penumpangnya Tewas Kecelakaan, Sopir Bus Tersangka

Kamis, 29 Januari 2015 | 21:57 WIB
Isi pesan singkat kepada salah satu korban tewas kecelakaan Bus Madu Kismo di Lasem, Rabu  (28/01/2015) petang. (Foto: Pujianto)

Isi pesan singkat kepada salah satu korban tewas kecelakaan Bus Madu Kismo di Lasem, Rabu (28/01/2015) petang. (Foto: Pujianto)

 
LASEM, mataairradio.com – Polisi menetapkan sopir bus Madu Kismo sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan tiga orang penumpang di Jalur Pantura Lasem, depan BMT BUS, Rabu (28/1/2015) petang kemarin.

Kamis (29/1/2015) pagi, sopir bus yang bernama Gunawan Santoso (42) warga Desa Japeledok Kecamatan Pancur itu, dijebloskan ke dalam sel tahanan di Makolantas Polres Rembang.

Polisi juga masih memeriksa Aji Nugroho (46) warga Mangunharjo Madiun, sopir truk yang juga terlibat di kecelakaan ini.

Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Rembang Inspektur Satu Muhammad Ismail mengaku telah memeriksa secara intensif keduanya.

Sopir bus terancam hukuman pidana enam tahun penjara. Sementara untuk ketiga korban tewas, polisi sudah membantu mengurus klaim asuransi Jasa Raharja.

“Sopir bus kita tetapkan sebagai tersangka. Klaim asuransi untuk ketiga korban sudah kami urus. Dua hari, mungkin sudah turun,” ungkap Kanitlaka.

Kasus kecelakaan tersebut bermula ketika bus Madu Kismo bernomor polisi K 1605 FW melaju dari arah barat menuju timur. Bus penuh penumpang ini berangkat dari Kudus dengan tujuan Denpasar Bali.

Bus ini diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan akan menyalip kendaraan lain sesampainya di lokasi kejadian.

Namun nahas, dari arah berlawanan juga melaju truk bernomor polisi B 9642 UYZ. Karena jarak sudah sangat dekat, sopir bus berusaha banting setir ke kiri.

Sayangnya, bagian belakang bus masih menghantam kabin samping kanan truk.

“Saya tak bisa membanting setir ke kiri karena di depan ada pengendara sepeda ontel,” ungkap Sopir truk Aji Nugroho.

Dia hanya mampu mengerem, meski akhirnya bagian belakang kanan bus masih menabrak kabinnya.

Tiga korban tewas masing-masing bernama Adi (18) dan Prayit (18) warga Desa Loram Kulon serta Didik Setiawan (23) warga Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Ketiga korban tewas ini duduk di deretan kursi bagian paling belakang. Sedianya mereka akan berangkat bekerja ke Denpasar.

Ibu dari korban Prayit diduga memiliki firasat atas kepergian anaknya.

Sekitar pukul 18.01 WIB atau jeda sekitar setengah jam dari saat kejadian, Ibu Prayit mengirim pesan singkat yang intinya menanyakan perjalanan anaknya serta memintanya agar bekerja keras dan tidak seenaknya.

“Yet, wis tekan ngendi, nek kerja sing apik yo, diati-ati ojo celelekan, kudune banting tulang, prihatin, sing wis-wis aja dibaleni, camno kata-katane wong tuwa,” demikian pesan singkat yang dikirimkan Ibunda Prayit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan