Tiga Pemain PSIR Akui Lakukan Intimidasi Terhadap Wartawan

Senin, 30 April 2018 | 18:37 WIB

Mediasi anatara Wartawan Semarang TV Sarman Wibowo dengan Tiga Pemain PSIR di Sekretariat PWI Kabupaten Rembang di Komplek Gedung Kartini setempat, Mingu (29/4/2018) malam. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga pemain dari klub sepak bola PSIR Rembang mengaku telah melakukan tindakan mengintimidasi salah satu wartawan Semarang TV, Sarman Wibowo.

Tindakan intimidasi terhadap Sarman Wibowo dilakukan pada saat usai pertandingan antara RSIR Rembang melawan klub sepak bola Semen Padang di Stadion Krida Rembang, Sabtu (28/4/2018) sore.

Tiga pemain PSIR itu adalah Rudi Santoso, Effendi, dan Ali Khumaedi. Mereka melarang wartawan merekam kericuhan yang terjadi saat wasit dikeroyok oleh beberapa oknum pihak PSIR Rembang.

Wartawan Semarang TV, Sarman Wibowo dilarang merekam video dan alat perekam berupa “handycame” dirampas serta kemudian dimasukkan kedalam boks yang berisi es.

Atas kejadian tersebut, pihak manajemen PSIR Rembang pada Minggu (29/4/2018) malam, melakukan mediasi antar kedua belah pihak di Sekretariat PWI di Kompleks Gedung Balai Kartini.

Wiwin Winarto selaku Manajer PSIR Rembang mengatakan, pihak PSIR meminta maaf atas perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan oleh tiga pemainnya kepada salah satu Waratawan Semarang TV.

“Semoga dengan adanya masalah ini bisa menjadi pembelajar berharga bagi seluruh pihak PSIR, agar Kedepannya tidak terjadi lagi. Tindakan itu tindakan yang tidak disengaja, tindakan spontan dan lepas kontrol,” ujarnya.

Tindakan tersebut menurut para pemain sebagai upaya agar kejadian pengeroyokan wasit tidak terekspos di media pemberitaan, sehingga poin bagi PSIR Rembang tidak terkurangi.

“Kami berterimakasih karena permasalahan telah selesai secara kekeluargan, baik yang sifatnya pribadi maupun yang bersifat organisasi,” pungkasnya.

Kepala Bidang Hukum PWI Kabupaten Rembang Hasan Yahya, menilai tindakan menghalang-halangi kerja wartawan dengan merampas alat kerja berupa kamera serta menghapus file hasil liputan merupakan tindakan yang sangat jelas melanggar undang-undang tentang pers.

“Tersangka dapat diancam hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp500 juta. Tetapi kami, pihak wartawan memilih diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat kelangsungan masa depan PSIR di laga yang akan datang,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, tiga pemain PSIR yang terlibat mengintimidasi wartawan satu per satu menyampaikan permohonan maaf kepada Pihak PWI Rembang, khususnya kepada Sarman Wibowo.

Setelah itu pemain PSIR dan perwakilan manajemen, menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat mengancam kebebasan pers.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan