Tiga Pasar di Rembang Luncurkan e-Retribusi

Selasa, 9 Januari 2018 | 17:28 WIB

Peluncuran e-retribusi di Pasar Rembang, Selasa (9/1/2018) pagi. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga pasar di Kabupaten Rembang resmi meluncurkan elektronik retribusi atau e-retribusi.

Ketiga pasar tersebut adalah Rembang, Lasem, dan Sarang.

Peluncuran e-retribusi ini dilakukan di Pasar Rembang, Selasa (9/1/2018) pagi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang Akhsanudin mengatakan, e-retribusi diterapkan di 1.608 tempat layanan.

“Terdiri atas 345 kios dan 1.263 kios dalam los,” katanya.

Penerapan e-retribusi di kabupaten ini dikerjasamakan oleh Pemkab Rembang dengan Bank Jateng.

“Ke depan, semua pasar yang dikelola Pemkab, akan diterapkan e-retribusi,” terangnya.

Akhsanudin menjelaskan, penerapan e-retribusi akan mempermudah pedagang dalam membayar retribusi.

“Sebab, transaksi tidak menggunakan uang tunai dan sistem saldo,” jelasnya.

Bagi Pemkab, e-retribusi diklaim akan mengurangi kebocoran keuangan.

“Karena seluruh laporan transaksi tercatat oleh sistem, maka pengawasan bisa dilakukan 24 jam lewat laptop atau gadget,” katanya.

Selain itu, menurut Akhsanudin, penerapan e-retribusi juga akan mengefiensi kebutuhan pegawai, sehingga bisa dialihkan ke fungsi lainnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz berjanji tetap memberdayakan pegawai yang selama ini bertugas memungut retribusi, dengan tugas lain. Namun tugas lain itu masih dipetakan.

Hafidz mengonfirmasi, penerapan e-retribusi diharapkan akan menekan kebocoran pendapatan dari sektor retribusi pasar. Uang palsu pun disebutnya tidak akan beredar di pedagang.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan