Tiga Pasar Besar Rembang Positif Direnovasi 2016

Kamis, 18 Februari 2016 | 18:45 WIB
Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha. (Foto: Pujianto)

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga pasar di Kabupaten Rembang yang sempat gagal direnovasi pada tahun 2015, akhirnya hampir pasti diperbaiki pada tahun 2016. Hal itu setelah anggaran pembiayaannya sudah jelas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Muntoha menyebutkan, Pasar Lasem dan Pasar Sarang akan direnovasi dengan anggaran masing-masing Rp2 miliar dan Rp10 miliar, sedangkan Pasar Pandangan ditata dengan anggaran total Rp9,1 miliar.

Khusus anggaran penataan Pasar Pandangan, dibiayai dengan dua sumber yaitu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat Rp3,6 miliar dan dari bantuan provinsi Rp5,5 miliar.

“Ini kami masih menunggu ada atau tidaknya dana pendampingan atas bantuan dari provinsi. Kalau DAK yang Rp3,6 M itu, kami minta izin kepada kementerian untuk mem-plot di satu pasar saja,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Camat Sarang Edi Kiswanto mengatakan, Pasar Sarang yang kumuh dan sering meluber ke jalan sehingga menimbulkan kemacetan, sudah seharusnya ditata.

Jika rencana penataan itu tidak lagi batal seperti tahun lalu, maka pedagang akan menyambutnya gembira.

Soal relokasi sementara pedagang jika pasar ditata, menurutnya tidak terlalu banyak masalah.

Sebab masih ada lahan cukup luas di belakang pasar, yang bisa digunakan untuk tempat relokasi, sehingga pedagang tetap bisa berjualan di setiap harinya.

Jika pun penataan pasar dilakukan secara menyeluruh, Camat menilai, pedagang bisa diboyong sementara ke kawasan Lapangan Sendangmulyo.

“Kami akan membantu mengawal penataan Pasar Sarang,” tandasnya.

Wawan, pedagang dari Desa Sendangmulyo yang berjualan di Pasar Sarang menyebut, tempat berjualannya tampak kumuh dan jorok.

Penataan fasilitasnya selama ini pun semrawut, sehingga seringkali menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

Ia mengaku akan senang, apabila penataan pasar itu terealisasi pada tahun ini. Apalagi, penataannya dilakukan tidak oleh investor, tapi Pemerintah Kabupaten Rembang.

Wawan yakin mayoritas pedagang menyambut gembira, meski akibat penataan pasar itu nanti, mereka harus direlokasi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan