Tiga Pasangan Mesum dan 4 PSK Digaruk dari Perbatasan

Jumat, 29 Mei 2015 | 18:20 WIB
Dua tower lampu di Perbatasan Jateng-Jatim, sudah lima bulan terakhir ini, mati. Dinas Perhubungan Rembang menilai, lampu itu tanggung jawab Provinsi Jawa Tengah. Hingga 29 Mei 2015, dampak matinya lampu, dimanfaatkan bagi remaja tak bertanggungjawab untuk bertindak mesum. (Foto: Pujianto)

Dua tower lampu di Perbatasan Jateng-Jatim, sudah lima bulan terakhir ini, mati. Dinas Perhubungan Rembang menilai, lampu itu tanggung jawab Provinsi Jawa Tengah. Hingga 29 Mei 2015, dampak matinya lampu, dimanfaatkan bagi remaja tak bertanggungjawab untuk bertindak mesum. (Foto: Pujianto)

 
SARANG, mataairradio.com – Tiga pasangan mesum dan empat orang pekerja seks komersial digaruk oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Tengah dan Jawa Timur dari kawasan perbatasan kedua provinsi tersebut, Kamis (28/5/2015) malam.

Menurut Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno yang ikut dalam operasi malam itu, tiga pasangan mesum yang garuk, sebelumnya asyik pacaran di kawasan tugu perbatasan Jateng-Jatim.

“Sementara empat PSK yang diamankan, kami angkut dari sebuah warung makan di daerah Kalipang, Sarang. Sebenarnya ada satu pria hidung belangnya, tetapi kabur dari jendela,” tuturnya kepada mataairradio.

Mereka lantas didata dan dibina di Kantor Kecamatan Sarang. Setelah itu mereka dilepaskan seusai mendatangani pernyataan tidak melakukan tindakan yang sama lagi.

“Dari tiga pasangan mesum, dua dari warga Jatim, sedangkan satunya dari Rembang. Adapun PSK dari luar kota,” bebernya.

Sementara operasi gabungan antara Satpol PP Jawa Tengah dan Jawa Timur malam itu, sempat diwarnai aksi saling tunggu personel.

Satpol PP Jateng dan Rembang sudah meluncur ke arah Sarang pada pukul 17.00 WIB. Mereka sampai di kawasan perbatasan sekitar pukul 19.00 WIB.

“Namun personel Satpol PP Jatim dan Tuban, baru merapat ke perbatasan pada sekitar pukul 22.00 WIB,” katanya.

Di sela-sela waktu menunggu, menurut Sudarno, Satpol PP Jateng dan Rembang, nekat mendahului dengan menggelar operasi tindak mesum di area tugu perbatasan.

“Tim dari Jawa Timur baru bergabung setelah Satpol PP Jateng dan Rembang akan bergerak ke warung esek-esek berkedok kedai makan di Desa Kalipang,” tegasnya.

Sudarno menyebut, tindak mesum di perbatasan turut dipicu oleh matinya lampu penerangan jalan. Pasca-operasi, pihaknya usul ke Provinsi agar diganti.

Sebenarnya, selain merazia tindak mesum di kawasan tugu perbatasan dan pekerja seks komersial serta pria hidung belang di tiga warung makan di Desa Kalipang, tim sempat bergeser merazia peredaran miras.

“Tetapi hasilnya nihil. Tim cabut pulang ke provinsi masing-masing, Jumat (29/5/2015) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan