Tidak Berfungsi, Warga Persoalkan Toilet Barat Alun-alun

Selasa, 8 September 2015 | 16:43 WIB
Toilet tak berfungsi di sisi barat Alun-alun Rembang. (Foto: Pujianto)

Toilet tak berfungsi di sisi barat Alun-alun Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga dan pengunjung Alun-alun Rembang mempersoalkan tidak berfungsinya toilet atau WC umum di sisi barat wajah kota itu.

Selain terkesan percuma dibangun, toilet itu pun menimbulkan kesan jorok karena tetap dipakai sebagai tempat kencing sehingga memicu pesing.

Suparno, warga Tawangsari-Rembang yang berjualan di lokasi itu mengaku kerap melihat para peziarah yang mampir di alun-alun, tampak kecewa gara-gara toilet tidak berfungsi.

“Saya tambah kecewa karena Pemkab Rembang seolah menutup mata dengan kondisi itu. Padahal toilet ini selesai digarap tahun 2014,” keluhnya kepada mataairradio.

Menurut Suparno, jika terus dibiarkan tidak berfungsi, bangunan toilet akan mangkrak dan baunya semakin menggangu serta menimbulkan pencemaran.

“Bangunan itu bisa ditawarkan kepada warga untuk dikelola, apabila Pemkab sudah tidak sanggup menanganinya,” tandasnya, Selasa (8/9/2015).

Dia menegaskan, selama ini para pedagang kaki lima di lingkungan alun-alun dan pengunjungnya, kerap kerepotan jika ingin buang air kecil dan besar.

“Kami merasa tidak enak terus-terusan merepoti pihak masjid karena memanfaatkan toiletnya,” tegasnya.

Kepala Seksi Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Suhardi mengaku sedang membicarakan pengelolaan toilet di sisi barat alun-alun itu.

“Pembicaraan meliputi siapa pengelolanya, ada atau tidaknya retribusi, dan jika ada retribusi berapa targetnya,” jelasnya.

Toilet itu dibangun dalam satu paket dengan penataan tahap kedua (akhir) Alun-alun Rembang. Nilai toilet itu sesuai rencana anggaran biaya sebesar Rp98 juta.

“Toilet itu selesai dibangun Desember 2014. Tetapi baru diserahkan pada Juni 2015 setelah masa pemeliharaan selesai. Nilainya Rp98 juta. Iya satu paket dengan penataan alun-alun,” ujarnya.

Suhardi tidak bisa memastikan kapan pembicaraan itu selesai dengan menghasilkan keputusan, tetapi idealnya dalam tahun ini. Dia mengakui ada beberapa kelompok termasuk LSM yang mengajukan diri sebagai pengelola.

“Kami belum bisa menentukan kapan bisa mengambil keputusan. Kami perlu berembug juga dengan DPPKAD menyangkut pemanfaatan aset jika dikelola pihak ketiga. Memang, kami menerima banyak pertanyaan dari warga dan PKL soal kapan toilet bisa difungsikan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan