Buruh Panen Padi Tewas Tersambar Petir

Rabu, 5 Maret 2014 | 18:08 WIB

 

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMBER, MataAirRadio.net – Seorang buruh panen padi bernama Leles (40) warga Kuangsan Kecamatan Kaliori, Rabu (5/3) siang, tewas tersambar petir sewaktu bekerja di sawah milik Sunoto warga Dusun Bowong Desa Bogorejo Kecamatan Sumber. Selain korban, lima buruh panen lainnya terjengkal, namun selamat, akibat sambaran petir sekitar jam setengah satu siang itu.

Jarmin, warga Dusun Bowong kepada MataAir Radio menuturkan, saat kejadian cuaca sedang gerimis dan petir berkilatan. Mereka bekerja sebagai buruh panen di sawah milik tetangganya yang terletak di tepi ruas jalan Tlogotunggal-Bowong.

Saat petir menggelegar dan menyambar tubuh Leles, para buruh panen ini sedang menata tempat untuk memisahkan bulir padi dari batangnya. Pria yang akrab disapa Jalebot ini meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dari lima orang buruh yang lain, hanya Sumarlan, juga warga Kuangsan, yang harus dirawat di puskesmas terdekat karena kaget.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sumber Aiptu Taat Ujianto mengaku langsung terjun ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan. Pihaknya juga datang bersama Jopo Erwanto, dokter dari Puskesmas Sumber. Setelah dilakukan visum luar, dokter menyatakan korban murni tewas akibat tersambar petir.

Taat mengatakan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga begitu visum selesai. Jenazah Leles diterima Sardi, kakak ipar korban untuk dimakamkan pada petang harinya. Kanit Reskrim menambahkan, petani di daerah Sumber, sedang melakukan panen raya.

Kebanyakan sawah petani di wilayah itu cukup terbuka dan jauh dari pohon peneduh. Lagi pula ketika panen, fokus petani hanya ingin cepat selesai. Demi keamanan mereka, petani diminta untuk waspada dan siaga petir, dengan segera berteduh jika mendung cukup gelap.

Penjabat Kepala Desa Kuangsan Mohammad Ikhsan membenarkan bahwa Leles adalah warganya. Korban meninggalkan seorang anak perempuan. Keluarga ini tinggal di RT 2 RW 1. Selain bekerja sebagai buruh panen padi, yang bersangkutan juga beberapa kali diketahui bekerja sebagai kuli bongkar di TPI Tasikagung.

Menurut Ikhsan, keluarga Leles terbilang tidak mampu secara ekonomi. Sekretaris PMI Cabang Rembang Edy Murwanto menyatakan akan menyantuni keluarga korban pada Kamis (6/3) pagi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan