Pengendara Sepeda Motor Tewas Tabrak Bus

Kamis, 23 Januari 2014 | 17:05 WIB
Jenazah Edi Gunanto (38) pengendara sepeda motor bebek bernomor polisi K 6327 AM di kamar mayat RSUD dr R sutrasno Rembang Kamis (23/1).

Jenazah Edi Gunanto (38) pengendara sepeda motor bebek bernomor polisi K 6327 AM di kamar mayat RSUD dr R Sutrasno Rembang, Kamis (23/1).

REMBANG, MataAirRadio.net – Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak bus PO Sumber Abadi jurusan Rembang-Blora di Jembatan Bogo Desa Waru Kecamatan Rembang, Kamis (23/1) sekitar jam setengah dua siang. Korban diketahui bernama Edi Gunanto (38), warga Dusun Kawisto desa setempat.

Awalnya Edi diketahui melaju kencang dari arah selatan menuju utara, dengan menunggang sepeda motor bebek bernomor polisi K 6327 AM. Korban tidak mengenakan helm, sementara kondisi jalanan masih basah akibat guyuran hujan.

Dari arah berlawanan, melaju bus bernomor polisi K 1591 AD yang dikemudikan Kurdiyono (42), warga Ngampel Blora. Korban melaju terlalu ke kanan hingga melebihi markah jalan. Karena kecepatan tinggi dan jarak yang sudah terlalu dekat, sepeda motor menghantam bus.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengaku tidak tahu penyebab korban berjalan terlalu ke kanan. Akibat kasus kecelakaan itu, Edi tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala dan tangan kiri patah.

Meski untuk sementara polisi menyimpulkan kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengendara sepeda motor, namun pengemudi bus berikut armadanya, tetap ditahan di Makolantas Polres Rembang. Sopir perlu dikroscek keterangannya dengan saksi dan olah tempat kejadian.

Sementara jenazah Edi segera diurus untuk dimakamkan pada hari yang sama. Edi tercatat tidak asli penduduk Desa Waru. Dia asli Grabag Kabupaten Grobogan. Edi meninggalkan seorang istri yang sedang hamil enam bulan.

Kanitlaka menambahkan, kasus kecelakaan mengancam pengguna jalan Pantura dan jalur antar-Kabupaten Rembang hingga Blora. Dijumpai cukup banyak jalan berlubang, sehingga rawan. Polisi sudah memasang rambu dan pamflet berisi imbauan kepada pengguna jalan agar hati-hati ketika melintas.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, kondisi Jalur Pantura Rembang yang berlubang cukup banyak, telah mencelakakan setidaknya tiga orang pengendara sepeda motor. Masing-masing di kawasan depan Kantor Dinas Perhubungan, depan SMK Negeri 2 Rembang, dan barat perempatan menuju TPI Tasikagung.

Mereka terjatuh dan terluka, namun tidak sampai meninggal, tetapi harus mendapat perawatan di rumah sakit. Setiap pagi dan sore hari, polisi juga memberikan siaran keliling menggunakan mobil ber-speaker, untuk mengingatkan pengendara agar berhat-hati dengan jalan yang berlubang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan