Rembang Belum Terapkan Tes Psikologi SIM C per Desember

Senin, 24 November 2014 | 17:19 WIB

 

Salah seorang awak media tengah mencermati beberapa item persyaratan permohonan SIM di Satlantas Polres Rembang, Senin (24/11/2014) siang. (Foto:Pujianto)

Salah seorang awak media tengah mencermati beberapa item persyaratan permohonan SIM di Satlantas Polres Rembang, Senin (24/11/2014) siang. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang akan mulai menerapkan persyaratan tes psikologi bagi pemohon surat izin mengemudi kendaraan beroda empat atau SIM A per 1 Desember 2014.

Namun penerapan syarat yang sama pada tempo tersebut, belum akan berlaku bagi pemohon surat izin mengemudi sepeda motor atau SIM C.

Kepala Satlantas Polres Rembang AKP Agunging Tyas Widya Aryani mengatakan, aturan baru tersebut diterapkan berdasarkan pada PP atau Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penerbitan SIM.

“Persyaratan tes psikologi juga akan diterapkan terhadap permohonan perpanjangan SIM A,” terang Kasatlantas melalui Kepala Unit (Kanit) Operasi pada Satlantas Polres Rembang Ipda Setiyanto, Senin (24/11/2014) siang.

Dia juga mengatakan bahwa saat sekarang persyaratan tes psikologi telah diwajibkan bagi pemohon surat izin mengemudi mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram atau SIM B-1.

Hal yang juga telah diterapkan bagi pemohon surat izin mengemudi kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram atau SIM B-2.

“Kami mencatat, salah satu penyebab kasus kecelakan terbesar adalah kesalahan manusia. Maka dari itu pemberlakuan tes psikologi bagi pemohon SIM A adalah langkah untuk mengurangi resiko kesalahan oleh pengemudi,” katanya menjelaskan.

Ditegaskannya, tes psikologi akan menjadi tahapan awal yang wajib dilalui pemohon SIM A. Jika pada tes tahap awal itu gagal, maka pemohon SIM baru atau yang perpanjangan diwajibkan mengulang.

“Tes psikologi adalah tes yang paling penting dan harus dilalui oleh pemohon SIM A. Jika tidak lulus, maka harus mengulang dari awal. Tidak ada biaya lagi meskipun mengulang,” tegasnya.

Dia menyebutkan, layanan tes psikologi bagi pemohon SIM A akan dilakukan di Kantor Satlantas Polres Rembang mulai Senin hingga Kamis setiap pekan. Penilai dari tes tersebut adalah kalangan ahli yang sengaja didatangkan dari luar Satlantas.

“Untuk tes psikologi kami bekerja sama dengan pihak dari luar yang membidangi itu, sehingga biaya tambahan akan dikenakan, namun belum ditentukan berapa,” katanya.

Untuk diketahui, biaya pembuatan SIM A baru sebesar Rp120.000, sedangkan untuk perpanjangan sebesar Rp80.000. Biaya pembuatan SIM B1 dan B2 baru juga Rp120.000 serta perpanjangannya pun Rp80.000.

Data yang dikutip dari catatan Satlantas Polres Rembang juga menyebutkan, jumlah pemohon baru SIM A pada tahun 2013 sebanyak 1.141 orang dan yang melakukan perpanjangan sejumlah 2.565 orang. Hingga Oktober 2014, pemohon baru SIM A sebanyak 1.642 orang dan yang perpanjangan 2.243 orang.

Adapun pemohon baru SIM C pada 2013 sebanyak 3.677 orang dan yang melakukan perpanjangan 13.097 orang. Sementara hingga Oktober 2014, jumlah pemohon SIM C baru tercatat 4.850 orang dan yang perpanjangan 11.029 orang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan