Terungkap Lagi Pencabulan, Polisi dan Pemerintah Wajib Bertindak

Rabu, 22 Oktober 2014 | 15:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

SULANG, mataairradio.com – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rembang kembali terungkap. Kali ini dilakukan pada bocah berumur sembilan tahun di salah satu desa di Kecamatan Sulang yang pelakunya adalah ayah tirinya sendiri.

Aksi pencabulan ini menurut sumber terpercaya mataairradio.com, terjadi pada Jumat 17 Oktober 2014. Namun baru dilaporkan ke Polres Rembang pada Rabu (22/10/2014) siang.

Dengan masuknya laporan dugaan pencabulan tersebut, maka sepanjang Oktober 2014, setidaknya sudah ada tiga kasus tindak asusila terhadap anak bau kencur di Kabupaten Rembang, masing-masing di Kecamatan Rembang, Kragan, dan Sulang yang terakhir ini.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan kepada para wartawan di Aula Mapolres Rembang, Rabu (22/10/2014) siang menyatakan heran dengan cukup tingginya kasus pelecehan seksual terhadap anak.

“Ini kasus pencabulan mulai bikin pusing. Bulan ini, angka kasus pencabulan terhadap anak, bisa lebih tinggi dari kasus pencurian kendaraan bermotor. Dan kami memang harus bertindak,” katanya.

Selain akan menjerat pelakunya dengan pasal pelanggaran perlindungan anak, polisi menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya, menurutnya, ialah melalui penyuluhan ke setiap sekolah.

“Kami perintahkan kepada setiap Kapolsek untuk menjadi Irup (inspektur upacara, red.) di setiap sekolah. Kalau perlu Kasat, Kabag, dan saya sendiri. Ini harus terus dilakukan sampai kami melihat ada efek kasus ini turun,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni melalui surat undangan, akan menggelar aksi damai stop kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Rembang pada Jumat 24 Oktober 2014.

“Kalau soal penyuluhan yang melibatkan siswa dan pihak desa serta sekolah juga polisi, akan kami sampaikan dulu kepada Pak Sek (Sekda Rembang, red.) sebagai bahan kebijakan,” kata Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang Johan Nur Wicaksono.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan