Tersangka Korupsi, Gunasih belum akan Ditahan Kejati

Kamis, 21 Mei 2015 | 17:18 WIB
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Gunasih (Foto: Pujianto)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Gunasih (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah belum akan menahan Gunasih, meski Wakil Ketua DPRD Rembang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kasus pemeliharaan saluran air di Desa Kalipang Kecamatan Sarang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah Eko Suwarni mengaku masih harus memanggil politisi Partai Demokrat untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Saat ini, pemeriksaan masih dilakukan terhadap para saksi,” ungkapnya kepada mataairradio Kamis (21/5/2015) siang.

Menurut Eko, tersangka berhak untuk membela diri dengan merasa tidak bersalah.

“Tetapi ada fakta hukum yang mengarah ke keterlibatan Gunasih,” katanya.

Kejati menolak dianggap dititipi muatan politik dalam kasus ini.

“Semua penyelidikan dan penyidikan berdasarkan pada fakta hukum,” tandasnya.

Aktivis anti-korupsi di Rembang Bambang Wahyu Widodo mengaku sudah lama menangkap sinyal keterlibatan oknum anggota DPRD di beberapa proyek yang ada di lingkup Dinas Pekerjaan Umum.

“Ibarat penyakit, kebobrokan di Rembang, sudah sangat akut,” ujarnya.

Dia mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi yang mengungkap kasus dugaan korupsi di DPU.

“Kami berharap kasus tersebut segera diselesaikan lewat langkah yang cepat,” tandasnya.

Apalagi, indikasi tersangka lain dalam kasus DPU, masih ada.

“Agar tidak berlarut, kami juga berharap agar Mas Gunasih segera ditahan,” katanya.

Pihaknya menyesalkan, jika anggota DPRD apalagi pimpinan, sampai ikut-ikutan bermain proyek.

“Padahal mestinya, mereka menjadi pengawas Pemerintah sekaligus penyeimbang,” tegasnya.

Guna menekan praktek korupsi atau kongkalikong anggaran, menurutnya, Rembang perlu memikirkan menerapkan e-budgeting.

Sementara itu, Gunasih mengaku kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Saya tidak mengerjakan proyek pemeliharaan saluran air di Kalipang seperti yang dipersangkakan,” katanya.

Gunasih kerap mengirim batu-batu ke proyek itu, sehingga mungkin masyarakat mengira dia ikut menggarapnya.

Menurut keterangan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, dari proyek yang didanai dengan Dana Alokasi Khusus Kabupaten Rembang tahun 2014 itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp750 juta.

Modusnya adalah mengurangi kualitas pekerjaan. Material dan volume pekerjaan juga tidak sesuai kontrak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan