Tersangka Korupsi, Agus Masih Bisa Cairkan Anggaran

Selasa, 11 Maret 2014 | 15:43 WIB
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Agus Supriyanto. (Foto:Aliansijurnalisrembang)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Agus Supriyanto. (Foto:Aliansijurnalisrembang)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang hingga Selasa (11/3) siang masih belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Pemkab Rembang belum mendapat calon pejabat yang tepat untuk melaksanakan tugas sementara Kepala Dinas ESDM, sejak Agus Supriyanto ditahan Kejaksaan Negeri Rembang karena kasus dugaan korupsi.

Menurut Asisten III Bidang Kepegawaian Sekda Rembang Abdullah Zawawi, karena masih tersangka, Agus masih berwenang untuk meneken pencairan anggaran bagi Dinas ESDM, khusus yang bersifat rutin. Hanya saja, proses pencairan menjadi repot karena Agus hanya bisa ditemui di Rutan Kelas II B Rembang.

Zawawi juga mengatakan, Daftar Pengisian Anggaran (DPA) belum bisa dicairkan saat ini. Sementara soal pejabat pengemban pelaksana tugas, mestinya bereselon dua. Mengenai kemungkinan menarik Staf Ahli Bupati untuk menjadi pelaksana tugas juga memungkinkan. Namun tinggal satu staf ahli yang ada, yakni Wartono. Noor Effendi yang juga staf ahli kini mengemban Plt Kepala Dinas Pendidikan.

Disinggung terkait kemungkinan pejabat eselon III yang promosi dan mengembang pelaksana tugas Kepala Dinas ESDM, Zawawi menyebut itu, terlalu jauh. Sebab, selain harus ada pelantikan terlebih dulu, juga ada aturan kepangkatan yang harus dilalui. Apalagi Pimpinan, dalam hal ini Sekda Rembang dan Wakil Bupati, juga turut menentukan kebijakan.

Asisten III menambahkan, koordinasi tugas pokok dan fungsi kepala dinas, untuk sementara dilakukan oleh Sekretaris Dinas ESDM Maryosa dengan Sekda Rembang Hamzah Fatoni. Koordinasi dilakukan pada hal-hal yang bersifat rutin dan kepegawaian. Dua hal itu, menurut Zawawi, cukup terganggu sejak Agus ditahan.

Belum lagi, Dinas ESDM tergolong instansi yang sibuk karena mengurus banyak hal menyangkut pertambangan. Soal proyek besar yang terganggu gara-gara penahanan terhadap Agus, nyaris tidak ada. Ia menyatakan, urusan eksplorasi lapangan Gas Kepodang misalnya, lebih banyak diurus Badan Lingkungan Hidup daripada Dinas ESDM.

Seperti diketahui, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Rembang Agus Supriyanto ditahan oleh Kejaksaan Negeri Rembang pada 30 Januari 2014. Agus disangka terlibat dalam dugaan korupsi dana PPID tahun 2011 yang merugikan negara Rp1,5 miliar. Dalam kasus tersebut, Agus tidak sendirian. Abdul Muttaqin, pejabat pembuat komitmen proyek di dinas itu, juga telah terlebih dulu ditahan.

Bukti keterlibatan Agus, salah satunya terungkap dari pengembalian uang Rp20 juta yang diakui sebagai “fee” dari proyek tersebut. Adapun proyek bermasalah itu adalah peningkatan ruas jalan Tegaldowo hingga Wonokerto, sepanjang 6,9 kilometer. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan