Kapolres Rembang Pastikan Tersangka Kasus Rumah Sakit

Selasa, 9 Desember 2014 | 17:49 WIB

 

Kepala Kepolisian Resor Rembang AKBP Muhammad Kurniawan.  (Foto:Pujianto)

Kepala Kepolisian Resor Rembang AKBP Muhammad Kurniawan. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepala Kepolisian Resor Rembang AKBP Muhammad Kurniawan memastikan telah ditetapkannya sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan ruang perawatan Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Namun Kapolres yang ditemui awak media untuk dikonfirmasi mengenai penuntasan kasus rumah sakit itu, enggan mengungkapkan jumlah tersangka yang telah ditetapkan, termasuk inisial mereka yang terlibat.

“Khusus kasus rumah sakit, nanti lah. Rekan-rekan (media) cukup tahu saja (ada penetapan tersangka). Penegakan hukum terhadap kasus korupsi yang kita tangani telah dilakukan sesuai proses yang benar. Anda bisa kontrol kami,” ungkap Kapolres yang ditemui pada Selasa (9/12/2014).

AKBP Muhammad Kurniawan menyebutkan, kendala penanganan kasus rumah sakit terletak pada belum turunnya hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah.

“Kendalanya di (hasil audit kerugian negara) BPKP. Kalau kami bisa tentukan sendiri (kerugian negaranya), maka itu akan sudah kami tentukan sejak dulu. Ini berkas sudah lengkap semua, tinggal yang dari BPKP,” ungkapnya kemudian.

Disinggung mengenai, alasan pihak kepolisian belum menahan para tersangka, Kapolres berdalih masih belum perlu. Menurutnya, hingga sejauh ini, para pelaku berlaku kooperatif.

“(Apakah jadi kado akhir tahun?) Lihat nanti lah, tergantung hasil audit kerugian negara dari BPKP. Silakan nanti rekan-rekan konfirmasi dan awasi kami,” tandasnya.

Bambang Wahyu Widodo dari Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang mengaku sudah mendesak pihak BPKP agar mempercepat perhitungan kerugian negara pada kasus di rumah sakit Rembang.

“Semestinya, kalau mengacu standar penanganan kasus korupsi, maka begitu seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi bisa melakukan langkah penahanan, agar yang bersangkutan tidak sampai lari, menghilangkan barang bukti, atau memengaruhi saksi,” ujarnya.

Pihaknya memang sudah mendapat kabar dari Kapolres yang menyatakan bahwa proses penyidikan kasus rumah sakit tidak mandek alias tinggal menanti hasil audit dari BPKP Jawa Tengah.

“Soal berapa tersangkanya, saya tidak tahu secara persis. Namun sempat dengar, konon ada lima tersangka. Saya berharap, kasus ini bisa tuntas sebelum tahun ini berganti, karena sudah berlarut sejak 2012,” harapnya.

Seperti diketahui, kasus di rumah sakit plat merah ini bermula, ketika pihak manajemen RSUD dr R Soetrasno membangun ruang perawatan kelas VIP di sisi barat yang kemudian dinamai Paviliun Kartini, senilai Rp7,7 miliar, pada 2012.

Selain molor dari waktu yang ditetapkan, diduga kualitas bangunan juga tidak sesuai standar. Meski demikian, masalah itu tidak menghalangi manajemen rumah sakit untuk tetap melanjutkan penataan, bahkan pada 2013 kembali dikucuri anggaran Rp5,5 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan