Terperosok Lubang Trotoar, Dokter PK Patah Kaki

Rabu, 10 Juni 2015 | 19:20 WIB
Trotoar rusak di kawasan Jalan Soetomo Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Trotoar rusak di kawasan Jalan Soetomo Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Seorang perempuan hamil yang kemudian diketahui sebagai dokter patologi klinik di RSUD dr R Soetrasno terperosok ke dalam lubang trotoar di bilangan Jalan Soetomo Rembang, Rabu (10/6/2015) pagi.

Menurut Joko, salah seorang saksi di lokasi kejadian, awalnya perempuan yang belakangan diketahui sebagai Dokter Tamti itu berjalan menyeberang dari utara ke selatan.

“Mungkin mau sarapan pagi di warung di kawasan Perempatan Kempong. Mobilnya di parkir di sini (utara jalan), terus menyeberang,” katanya.

Tetapi diduga tidak menyadari adanya lubang, korban terperosok. Warga mengira korban akan segera bangun. Tetapi malah tak kunjung berdiri.

“Setelah dicek warga, kaki kiri korban patah,” katanya.

Tak lama kemudian, ambulans yang dikontak warga datang ke lokasi. Warga berharap trotoar rusak segera diperbaiki.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Giri Saputro membenarkan bahwa perempuan yang terperosok lubang trotoar rusak di bilangan Jalan Soetomo Rembang adalah dokter di rumah sakitnya.

“Yang bersangkutan dokter PK atau patologi klinik,” ungkapnya.

Meski kaki kiri yang bersangkutan patah persis di atas mata kaki, dokter itu masih akan tetap bisa melayani pasien. Giri memastikan pelayanan pasien patologi tidak akan terganggu, karena sifatnya hanya menganalisis penyakit saja.

” Jadi tugasnya masih bisa dilakukan, kendati sambil duduk,” tandasnya.

Apalagi menurut Giri, ada dokter lain yang mengkaver tugas patologi. Namanya dokter Eni. Ditegaskannya, kedua dokter itu bisa bertugas secara bersama atau bergantian menyusul insiden tersebut.

Sementara itu, hingga Rabu (10/6/2015) siang, dokter Tamti masih dirawat di UGD RSUD dr R Soetrasno. Secara umum, kondisinya baik.

Menurut dokter yang merawatnya, korban mungkin sedikit trauma dan kakinya yang patah sudah ditangani. Giri membenarkan, dokter Tamti sedang hamil tiga bulan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. supri

    Juni 11, 2015 at 5:38 am

    masih mau cari bukti lagi bahwa kinerja PU memang mencelakakan masyarakat, bukan jalan, bukan embung, bukan jembatan, bukan gedung, bukan pagar… trotoar pun juga mencelakakan!! usut tuntas semua penikmat uang KORUPSINYA.. mulai dari bawah sampai atas…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan