Terlilit Utang, Apotek Daerah Masih Tutup

Kamis, 26 Maret 2015 | 17:12 WIB
Apotek milik Pemkab Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Apotek milik Pemkab Rembang yang tutup akibat terlilit utang, terletak di Jl. Jendral Sudirman 49 Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah (Perusda) Apotek Rembang sudah empat bulan ini tutup alias tidak beroperasi. Ternyata apotek pelat merah ini terlilit utang Rp90 juta.

Hingga Kamis (26/3/2015), delapan orang karyawan apotek masih terlantar karena gajinya tertunggak beberapa bulan.

Pelaksana Tugas Asisten II Sekda Rembang Abdullah Zawawi mengatakan, apotek daerah tutup sejak sekitar bulan Desember 2014.

Dia mengakui, apotek memiliki tanggungan utang, baik dengan bank maupun dengan pemasok obat.

“Baru-baru ini, apotek daerah sempat beroperasi, namun hanya sehari, kemudian tutup lagi,” katanya.

Menurutnya, pergantian kepala unit pengelola apotek menjadi salah satu penyebab terjadinya kebangkrutan.

“Manajemen baru, tidak siap mengelola apotek daerah,” tandasnya.

Lalu apakah Pemkab tidak melakukan audit atau klarifikasi atas utang dan kinerja apotek daerah? Zawawi mengungkapkan bahwa perusda apotek pernah diaudit oleh BPKP Jawa Tengah. Dia tidak membeberkan secara detail hasil audit itu.

“Yang jelas ada kesalahan dalam pengelolaan,” katanya.

Menurutnya, meski Pemkab berkomitmen mengaktifkan kembali apotek daerah, namun sejauh ini belum ada pembicaraan untuk memberikan kucuran dana segar.

“Belum akan ada lagi penyertaan modal. Kami masih menunggu laporan dari dewan pengawas apotek,” tegasnya.

Dia tak memungkiri, tutupnya apotek daerah, sangat disayangkan di tengah bergairahnya bisnis toko obat di kabupaten ini.

Apalagi, sebelum tutup buku tahun 2014, apotek daerah masih mampu menyumbang pendapatan sebesar Rp40 juta ke kas daerah.

“Kontribusi (Perusda Apotek) ke pendapatan daerah ada. Tahun sebelumnya, targetnya Rp40 juta. Tutup buku tahun 2014 nggak ada setoran deviden. Lha rugi,” imbuhnya.

Zawawi menambahkan, baru-baru ini, delapan orang karyawan apotek daerah, mendatangi Sekda Rembang Hamzah Fatoni. Mereka mempertanyakan gaji dan nasib mereka.

“Delapan orang karyawan itu tidak diputus hubungan kerja atau PHK karena apotek masih akan berlanjut,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan