Terkait Regulasi Cantrang, Sandi Tidak Tegas Menjawab

Rabu, 30 Januari 2019 | 14:18 WIB

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung Rembang pada Rabu (30/1/2019) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi Rembang tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung pada Rabu (30/1/2019) pagi atau pukul 08.30 waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi yang memakai pakaian kasual berupa kaos warna biru dan sepatu bot warna putih menemui ratusan nelayan dan juga para pedagang ikan untuk berdialog dan mendengarkan keluhan para nelayan.

Salah seorang pedagang bernama Nur Warga Desa Tasikagung meminta jika Sandiaga Uno terpilih maka larangan terkait kapal cantrang dicabut agar nelayan bisa melaut dengan tenang.

Dirinya mengaku selama ini was-was dengan larangan cantrang tersebut apalagi semua keluarganya bekerja disektor perikanan baik sebagai nelayan maupun pedagang ikan.

“Kami harap larangan kapal cantrang dicabut jika pak Sandi jadi Wapres,” tegasnya.

Disinggung terkait regulasi cantrang, Sandiaga Uno menjawab dengan diplomatis bahwa pertanyaan tentang hal ini bukan di Rembang saja namun nelayan diseluruh pulau Jawa menanyakan hal tersebut.

Iapun menjawab jika Prabowo-Sandi terpilih maka regulasi yang baru terkait cantrang akan ditinjau kembali bagaimana keinginan masyarakat, Jangan sampai dalam membuat regulasi pemerintah takut dengan mafia. Namun pada intinya kesejahteraan nelayan menjadi prioritasnya.

“Tinjauan regulasi cantrang tentu harus dengan pemerintahan yang baru, maka doakan Prabowo-Sandi terpilih,” ungkapnya.

Iapun menyinggung terkait bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran, dan dalam rencana programnya Sandi akan menggunakan Single Identity Number sehingga bantuan pemerintah seperti program PKH tidak salah sasaran.

Dalam kesempatan Sandi sedikit menyinggung tentang impor garam yang menjadikan petani gara lokal merugi, serta pembangunan infrastruktur khususnya Pantura yang cukup miris. Karena selama perjalanannya dari Kabupaten Pati ke Kabupaten Rembang banyak jalan yang berlobang dan cukup berbahaya.

“Dari Pati ke Rembang jalanannya rusak semua, banyak lobang,” keluhnya.

Rombongan sandiaga Uno meninggalkan TPI Tasikagung menuju ke Juwana sekitar pukul 10.45 waktu setempat setelah berfoto dengan para penggemarnya.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan