Tergantung Impor, Petani Diajak Gencar Tanam Kedelai

Friday, 24 November 2017 | 04:42 WIB

Petani di Desa Ringin Kecamatan Pamotan melakukan panen raya kedelai pada Selasa (21/10/2014). (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Para petani di Kabupaten Rembang diajak untuk bertanam kedelai secara gencar karena saat ini pasokan komoditas itu di dalam negeri masih tergantung oleh impor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin membenarkan, pasokan kedelai di Indonesia masih kekurangan. Perubahan sikap petani ke arah agribisnis yang berbasis kedelai, minim.

“Hingga tahun 2022, kemungkinan kita baru bisa mandiri atau swasembada kedelai. Agar terwujud, kita perlu peningkatan petani guna menanam kedelai bermutu dengan teknis budidaya lebih baik,” katanya.

Secara luas tanam kedelai di Kabupaten Rembang, menurut catatan pihak dinas, sejak Oktober hingga jelang pekan terakhir November 2017 tercatat baru 27 hektare.

Kamis (23/11/2017) pagi, pihak Dinas Pertanian dan Pangan bersama Kodim 0720 Rembang serta Kecamatan Gunem dan Kelompok Tani Desa Sidomulyo melakukan aksi tanam kedelai di daerah setempat.

“Ini dalam rangka hari temu lapang petani. Kami saling tukar informasi guna penyebarluasan tentang budidaya kedelai. Kelanjutannya, ada transfer pengetahuan antara penyuluh swadaya dengan petani,” terangnya.

Pejabat sementara Dandim 0720 Rembang Letkol Inf Teddy Himawan menyatakan, TNI memberikan pendampingan dalam pengelolaan lahan pertanian guna menyukseskan upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Pajale).

Ia juga mengonfirmasi, kedelai yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah kedelai impor, sehingga masyarakat harus bisa mandiri dalam penanaman kedelai bermutu.

“Kami bersama Polri akan melakukan pengawasan di lapangan, terutama terkait kebutuhan pokok misalnya kedelai, terutama dari praktek curang dalam suplai kedelai,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan