Terembet Api, Warung Makan di Pasarbanggi Ludes

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 18:48 WIB
Rumah sekaligus warung makan milik warga di tepi Jalur Pantura Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (17/10/2015) siang sekitar pukul 11.15 WIB. (Foto: Pujianto)

Rumah sekaligus warung makan milik warga di tepi Jalur Pantura Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (17/10/2015) siang sekitar pukul 11.15 WIB. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Rumah sekaligus warung makan milik warga di tepi Jalur Pantura Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (17/10/2015) siang sekitar pukul 11.15 WIB.

Warung itu terembet api dari serasah daun bambu yang terbakar di sebelah timurnya. Saat kejadian, Suwarno, pemilik warung beserta istrinya berada di dalam bangunan yang berbahan kayu.

Keduanya sempat berusaha memadamkan api, tetapi tak kuasa karena angin bertiup kencang.

Kepala Desa Pasarbanggi Rasno menuturkan, dari informasi yang diterimanya, api membara besar karena di samping warung korban terdapat beberapa rumpun bambu yang mengering.

“Tiupan angin seolah mengipasi api, sehingga seisi bangunan warung habis, hanya dalam 5 menit,” tuturnya.

Kobaran api dilaporkan sempat merembet pula ke ban dari sebuah truk yang diparkir tidak jauh dari warung.

Beruntung pemadam kebakaran segera datang, sehingga kobaran api bisa diredam, meski tidak mampu menyelamatkan warung makan tersebut.

“Pemadam datang dan langsung memadamkan api yang masih membakar bambu di sekitar warung,” katanya.

Menurut kepala desa, barang-barang berharga milik korban di antaranya televisi, kulkas, perabotan warung, serta barang dagangan. Pasangan suami istri ini fokus menyelamatkan anak mereka.

“Fokus ke anaknya, jadi nggak sampai menyelamatkan barang-barang. Kejadiannya kan cepat,” tegasnya.

Dari penuturan korban, uang tunai Rp5 juta yang disimpan di dalam warung, juga turut ludes. Total kerugian material akibat kebakaran warung itu mencapai Rp40 juta.

“Hingga Sabtu (17/10/2015) sore, korban ditampung di rumah Sriatun, tetangga yang tinggal di sebelah timur lokasi,” ungkapnya.

Rasno menambahkan, pihaknya juga meminta kepada korban dan keluarga agar tinggal sementara waktu di rumahnya.

“Jika sudah bisa sedikit tenang, kami minta pindah ke rumah kami. Tinggal untuk sementara. Tapi (korban) masih syok. Masih sering lihatin warungnya yang sudah ludes,” tuturnya.

Mengenai bantuan kepada keluarga Suwarno, pihak desa belum bisa bicara. Pihaknya baru akan merundingkannya bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat.

“Memang penting bagi korban untuk bisa segera memiliki rumah kembali, meski sederhana,” pungkasnya.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan