Terduga Maling Ponsel Dikeler Sampai Jawa Timur

Jumat, 22 Januari 2016 | 13:34 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang terduga maling ponsel yang ditangkap Kamis (21/1/2016) pagi kemarin, hingga Jumat (22/1/2016) siang masih dikeler ke sejumlah daerah.

“Hingga saat ini satu pelaku masih dikeler untuk mencari pelaku lain, barang bukti lain, serta pengembangan tempat kejadian perkara yang lain,” ungkap KBO Satreskrim Polres Rembang Iptu Martoyo kepada reporter mataairradio.

Ia juga mengungkapkan, pelaku dikeler hingga ke sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur.

“(Dikeler) Sampai wilayah Jawa Timur,” sambungnya.

Namun polisi masih terkesan tertutup mengenai jumlah komplotan SM.

Hanya saja saat diperiksa di Polsek Lasem, sesaat setelah ditangkap dari atas bus pada Kamis (21/1/2016) kemarin, SM mengaku berkomplot empat orang.

“Kata pelaku, berempat,” ujar Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo setelah menginterograsi pelaku, kemarin (21/1/2016) .

Pada kesempatan terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengaku masih mengembangkan penyidikan di kediaman terduga maling ponsel itu di Jawa Timur.

“Masih kita kembangkan untuk penggeledahan di tempat tinggalnya,” ujarnya.

Soal alamat pelaku, polisi belum membeber secara jelas. Namun usai ditangkap anggota polisi dari Polsek Lasem, pelaku SM memberi keterangan berbelit.

Sempat mengaku warga Sampang-Madura kepada penyidik, tapi kepada Kapolsek Lasem mengaku warga Gresik, Jawa Timur.

Sementara itu mengenai hasil penggeledahan di kediaman terduga maling, polisi belum mau mengungkapnya karena masih dalam proses.

“Nanti saja ya,” ucap Kasatreskrim.

Kasatreskrim juga belum mau membeber kemungkinan tempat kejadian perkara lainnya di Rembang, sebelum pelaku beraksi di SPBU Dorokandang Kecamatan Lasem.

Hanya saja, Eko memastikan, bahwa komplotan maling itu bukan kali ini saja beraksi alias pernah beraksi sebelumnya.

“Tidak kali ini saja,” pungkasnya.

SM ditangkap Kamis pagi 21 Januari 2016 pukul 08.30 WIB saat tertidur di atas bus PO Indonesia jurusan Surabaya.

Ia dipergoki polisi saat naik bus di Pertigaan Celangapan masuk wilayah Desa Tireman Kecamatan Rembang.

Salah satu anggota polisi dari Polsek Lasem membuntuti. Begitu bus sampai di setopan dekat Masjid Jami Lasem dan berhenti, polisi naik bus dan menangkap SM tanpa perlawanan.

Sebelumnya, SM sembunyi di kebun tebu di wilayah Dusun Ngrombo Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan, usai berkejaran dengan petugas.

Pengejaran itu karena SM bersama komplotannya mencuri ponsel jenis Sony Xperia Z3 milik seorang pengunjung SPBU Dorokandang yang sedang tertidur dalam mobil tak terkunci.

Korban adalah Divo, mahasiswa asal Depok, Jawa Barat yang beristirahat saat dalam menempuh perjalanan dari Bali menuju Jakarta, Rabu subuh 20 Januari lalu sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan