Vonis Terdakwa Kasus SPP Diperberat di Sidang Banding

Kamis, 24 April 2014 | 00:02 WIB
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber. (Foto:Puji)

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber. (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Vonis dua tahun dan enam bulan penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang terhadap Heni Nurcahyanti, mantan Sekretaris UPK PNPM-Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, menjadi bertambah berat.

Pengadilan Tinggi Jawa Tengah mengabulkan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum atas vonis majelis hakim di persidangan pada 13 Januari 2014 itu. Bahkan amar pidana bagi Heni menjadi lebih berat atau empat tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp50 juta.

Heni dinyatakan terbukti melakukan korupsi dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) UPK Kecamatan Sumber. Dia juga dijatuhi pidana tambahan, membayar uang pengganti sebesar Rp218 juta lebih. Ketua Badan Pengawas UPK PNPM-Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber Gunanto, mengaku sudah mendapat informasi resmi terkait hal ini.

Berdasarkan kupasan pemberitahuan isi putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah kepada Jaksa Penuntut Umum yang dibuat pada 16 April 2014, Heni akan mendapat tambahan satu bulan kurungan jika pidana denda Rp50 juta tidak mampu dibayar.

Sementara jika uang pengganti sebesar Rp218 juta lebih itu tidak dibayar dalam tempo satu bulan, maka harta benda Heni akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal tidak mempunyai harta yang cukup, maka diganti pidana enam bulan penjara.

Gunanto mengakui, proses hukum hingga jatuh vonis terhadap kasus SPP di UPK Sumber menjadi pelajaran penting, tidak hanya di daerah setempat, tetapi juga di kecamatan lain. Dia lantas mengingatkan, agar semua pengurus UPK bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi. Apalagi, kini aset SPP di UPK Sumber mencapai Rp5,2 miliar dengan keuntungan tahun lalu mencapai Rp700 juta.

Untuk diketahui, isi putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah di Semarang juga memuat adanya 47 jenis barang bukti dalam kasus tersebut, agar dikembalikan kepada UPK Kecamatan Sumber. Bukti itu antara lain 21 bendel proposal dan kuitansi pembayaran angsuran SPP.

Dalam amar putusan, ibu dari Heni Nurcahyanti, Rukati juga diperkarakan dalam kasus tersebut. Saat ini, Rukati sudah menyandang status tersangka, namun berkasnya belum dilimpahkan oleh Polres ke Kejaksaan Negeri Rembang. (Pujianto)




One comment
  1. sukron

    April 24, 2014 at 5:11 pm

    kasus SPP saja 4 tahun 6 bulan, dandung yang rampok dana diknas untuk berbagai kasus DAK dan Dana BOS kok malah lebih rendah.. padahal heni bukan siapa-siapa dia hanya karyawan rendahan saja. dandung pejabat eselon II

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan