Terancam Gagal Panen, Petani Minta Banyukuwung Dibuka

Rabu, 27 Mei 2015 | 16:41 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah petani dari Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Rabu (27/5/2015) pagi, mendatangi Kantor Pemkab Rembang.

Mereka meminta agar aliran air dari Embung Banyukuwung dibuka untuk mengairi lahan tanaman padi yang mulai mengering.

Sahid, salah seorang petani dari Dusun Pentil mengaku tanamannya akan kritis, jika tidak segera diairi dalam satu atau dua hari ini.

“Tanaman padi kami dibayangi gagal panen akibat krisis air,” ujarnya kepada mataairradio.

Kedatangannya ke Pemkab Rembang sebagai bentuk desakan, agar permintaan para petani dikabulkan.

“Tanaman padi yang kini berada di fase menjelang berbulir, terancam tidak bisa dipanen, apabila terus-terusan kekurangan air,” tandasnya.

Sahid menyebut para petani terpaksa datang secara langsung ke Kantor Pemkab, karena permohonan mereka tidak kunjung dikabulkan.

Surat, tokoh petani di dusun yang sama mengaku sudah mengirimkan proposal permintaan bantuan air dari Embung Banyukuwung kepada Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Rembang.

“Tetapi ketika petani menagih kejelasan permintaan bantuan itu, staf yang berkompeten di DPU, sedang tidak ada di kantor,” katanya.

Mereka sempat dibuat bingung karena upaya untuk mengkroscek surat itu ke pihak Asisten II Sekda Rembang, juga dijawab tidak jelas.

Akhirnya pengurus gabungan pengelola air dari desa tersebut mencari arsip surat. Namun sebelum arsip ditemukan, Ajudan Asisten II mengabarkan, suratnya sudah ketemu.

“Memang petani di Desa Gunungsari dan Sendangagung Kecamatan Kaliori, sedang kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk tanaman padi,” tegasnya.

Surat menyebutkan, kebutuhan air untuk 40 hektare tanaman padi yang kini kekeringan, akan tercukupi, jika embung dibuka selama tiga hari.

Sementara itu, Plt Asisten II Sekda Rembang Abdullah Zawawi belum bisa dikonfirmasi mengenai permintaan bantuan air dari para petani dari Gunungsari Kecamatan Kaliori.

Dia sedang berada di Semarang. Namun permintaan tersebut cenderung dikabulkan, jika kondisi senyatanya, sesuai kata petani.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan