Satu Tentara dan Satu Sipil Tewas Ditabrak Sinar Mandiri di Kragan

Minggu, 4 Januari 2015 | 19:02 WIB
Satu orang tentara dan seorang warga sipil tewas akibat ditabrak bus PO Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya di Jalan Pantura Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Sabtu (3/1/2015) malam sekitar pukul 21.00 WIB. (Foto:Pujianto)

Satu orang tentara dan seorang warga sipil tewas akibat ditabrak bus PO Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya di Jalan Pantura Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Sabtu (3/1/2015) malam sekitar pukul 21.00 WIB. (Foto:Pujianto)

 
KRAGAN, mataairradio.com – Satu orang tentara dan seorang warga sipil tewas akibat ditabrak bus PO Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya di Jalan Pantura Tegalmulyo Kecamatan Kragan, Sabtu (3/1/2015) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Awalnya, bus Sinar Mandiri N 7713 UG yang melaju dari arah Semarang menuju Surabaya, memaksa menyalip kendaraan tak dikenal di depannya.

Padahal, searah di depannya, Subekan yang mengendarai Yamaha Mio K 5463 MM, hendak berbelok ke kanan atau ke selatan.

Rem bus tak kuasa menahan laju sehingga menabrak pengendara Mio. Usai menabrak, bus masih oleng ke kanan.

Sutadi dan Tarom, anggota Koramil Kragan yang sedang menunggang Honda Vario K 5619 PM dan melaju dari arah berlawanan, juga turut ditabrak.

Sutadi tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan Tarom selamat. Adapun Subekan yang sempat dirawat di rumah sakit, akhirnya mengembuskan nafas terakhir Minggu (4/1/2015) pagi.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Inspektur Satu Muhammad Ismail menetapkan sopir bus sebagai tersangka.

“Kesalahan mutlak ada di sopir bus Sinar Mandiri. Kita olah TKP langsung tadi malam. Namun pagi ini, kita kembali olah TKP, agar datanya makin valid,” katanya.

Selain menetapkan sopir bus bernama Mafngul (41), warga Labuhan Kidul Kecamatan Sluke, sebagai tersangka, polisi mempertimbangkan mencabut SIM pengemudi Sinar Mandiri itu.

“Soal kemungkinan membekukan trayek bus PO Sinar Mandiri jurusan Semarang-Surabaya, kami sebatas mengusulkan,” tandasnya.

Pasalnya, urusan trayek merupakan kewenangan dari Dinas Perhubungan di Jawa Timur. Namun teguran ke perusahaan otobus atau PO, sudah dilancarkan.

Polisi Rembang tak memungkiri, bus Sinar Mandiri terkenal suka melaju kencang, bahkan cenderung ugal-ugalan.

4 Oktober lalu, bus dengan nama perusahaan otobus yang sama, juga menabrak dan menewaskan seorang ulama di Lasem, gara-gara “ngeblong”, meyerobot yang bukan jalurnya.

Sementara itu, jenazah dua korban kecelakaan maut bus Sinar Mandiri, dimakamkan pada Minggu (4/1/2015) siang.

Sutadi tercatat sebagai warga Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan. Dia tentara berpangkat sersan dua atau serda.

Sedangkan Subekan, tercatat sebagai warga Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan.

Almarhum yang sempat berpamitan untuk menghadiri pernikahan rekannya itu, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan