11 Jam Tenggelam, Didik Ditemukan Menyembul Tewas

Selasa, 7 Januari 2014 | 17:12 WIB
Upaya pencarian terhadap Didik Tri Purwanto oleh regu penolong gabungan, Senin (6 1) malam.

Upaya pencarian terhadap Didik Tri Purwanto oleh regu penolong gabungan, Senin (6 1) malam.

LASEM, MataAirRadio.net – Bujang berusia 32 tahun bernama Didik Tri Purwanto yang tenggelam terseret arus Sungai Babagan Lasem pada Senin (6/1) siang kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi menyembul ke permukaan dan tewas pada Selasa (7/1) siang. Jarak dari lokasi awal tenggelam sampai ke titik temuan, mencapai satu kilometer ke arah utara.

Pemuda Dukuh Galangan Desa Soditan Kecamatan Lasem ini sebelumnya dicari secara intensif oleh regu penolong gabungan berbagai unsur, baik polisi, TNI AL, dan dari BPBD Kabupaten Rembang. Tim yang dibagi dalam dua sekoci, menyusuri aliran Sungai Babagan, bahkan sampai ke ujung muara tepi laut. Namun sebelumnya, warga sekitar dengan menggunakan perahu nelayan, sempat pula melakukan pencarian.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Hartono yang turut melakukan pencarian terhadap korban mengungkap, jenazah Didik ditemukan menyembul dari dasar kali dan langsung dievakuasi oleh tim untuk divisum. Dari pertama kali dilaporkan tenggelam pada Senin (6/1) jam dua siang kemarin, berarti perlu 11 jam untuk menemukan korban karena jenazah Didik ditemukan pada Selasa (7/1) siang, jam satu kurang sepuluh menit.

Jarak rumah korban dengan Sungai Babagan terbilang dekat karena hanya sekitar 50 meter. Kapolsek Lasem AKP Ari Trestiawan mengungkap, korban mengidap stroke ringan. Polisi sempat mengorek keterangan dari seorang saksi yang masih anak-anak. Saksi mengaku sempat memergoki korban berada di pinggir sungai, sebelum diketahui tenggelam.

Polisi berkesimpulan, korban tenggelam setelah terpeleset di pinggir sungai. Polisi juga meyakini jejak kaki terpeleset di pinggir sungai berasal dari bekas tapak korban. Pencarian terhadap korban sempat melibatkan sekitar 50 personel dari unsur TNI Angkatan Laut, Polisi, BPBD, dan Pramuka.

Didik Tri Purwanto adalah anak ketiga dari empat bersaudara, buah cinta pasangan Suharno dan Supatmi, warga RT 9 RW 4 Dukuh Galangan Desa Soditan Kecamatan Lasem. Suharno, ayah korban mengakui, anaknya menderita stroke ringan hingga kesulitan berjalan, sejak setahun terakhir. Anaknya nyaris tidak pernah bepergian jauh sendirian. Ia pun mengaku kaget saat mendengar kabar anaknya jatuh ke sungai, tenggelam, dan tewas.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso mengingatkan kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak maupun anggota keluarganya yang sedang sakit. Menurut dia, sudah banyak kasus warga tenggelam di embung maupun sungai. Sebagian korban diketahui menderita suatu penyakit. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan