Temuan Bayi Laki-laki di Jalan Kampung Gegerkan Cerbung

Rabu, 15 April 2015 | 18:46 WIB
Bayi

Bayi laki-laki yang ditemukan warga di kawasan RT 7 RW 2 Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang, Rabu (15/4/2015) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak dalam keadaan hidup oleh warga di jalan kampung kawasan RT 7 RW 2 Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang pada Rabu (15/4/2015) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Diduga, bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya. Jarak lokasi temuan dengan Jalan Pantura Temperak hanya sekitar 10 meter. Salah seorang warga yang pulang dari tegalan, menemukannya. Usia bayi diperkirakan baru dua hari lahir.

“Ditemukan tergeletak dalam kondisi hidup di jalan kampung, 10 meter dari Jalan Pantura. Jenis kelaminnya laki-laki. Ditemukan pertama kali oleh Pak Salekan yang pulang dari tegal. Pak Salekan memberi tahu Pak Sulikan yang ketika itu mau berangkat ke gudang,” ungkap Kepala Desa Temperak Nursafi.

Saat pertama kali ditemukan, kulit bayi tampak bentol-bentol lantaran dikerubuti semut. Menurut Kades, dari informasi warga, sempat ada selembar kain kaos yang membalutnya.

“Tadi sudah dicek oleh bidan dari Puskesmas Sarang. Katanya baru dua hari lahir. Pertama kali ditemukan sudah dikerubuti semut. Tadi dari puskesmas sudah dirujuk ke RSUD (dr R Soetrasno) Rembang,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah melapor kepada aparat di Polsek Sarang. Sebelum melapor pun, Sulikan sudah mengadu kepada polisi yang kala itu sedang akan berangkat bertugas jaga di Pos Perbatasan Sarang.

“Saya sudah lapor polisi. Pak Sulikan tadi pun sudah lapor saat ada polisi yang mau berangkat ‘ngepam’ di Pos Sarang. Ini sedang ditangani polsek. Mungkin besok, polisi meminta keterangan dari Pak Salekan dan Pak Sulikan,” terangnya.

Dia mengaku sudah memberi keterangan kepada polisi yang datang ke rumahnya, berbekal informasi dari warga. Pihaknya juga sudah memberi informasi kepada setiap RT agar menyelidiki kemungkinan warga yang sempat diketahui hamil tua, tetapi belakangan menghilang.

“Kami sudah meminta setiap Ketua RT untuk menyelidiki. Kita minta laporan, adakah warga yang hamil tua, tetapi belakangan tidak ada di kampung. Kami belum dapat laporan balik,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, bayi mungil itu tiba di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut dokter, bayi tersebut mengalami dehidrasi. Hingga pukul 18.00 WIB, bayi ini dirawat di Ruang Poned, belakang UGD. Kondisi bayi secara umum, baik.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan