Temuan Batu Sejenis Rubi Gegerkan Warga Kemadu

Kamis, 12 Maret 2015 | 18:53 WIB
Sudarno, menunjukkan sebongkah batu alam yang diklaim sejenis rubi, di kediamannya, Kamis (12/3/2015). (Foto: Pujianto)

Sudarno, menunjukkan sebongkah batu alam yang diklaim sejenis rubi, di kediamannya, Kamis (12/3/2015). (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Temuan batuan alam sejenis rubi secara beruntun dalam sebulan terakhir menggemparkan masyarakat Kemadu Kecamatan Sulang.

Temuan batu di salah satu sumur tua di desa setempat ini juga menghebohkan warga dari daerah lain di Rembang. Sejumlah warga dari luar daerah berdatangan untuk mengeceknya.

Sudarno, salah satu warga menuturkan, batu yang kualitasnya diyakini setara rubi itu ditemukan oleh seorang warga yang hendak mencongkel tunggak jati di dekat sumur.

“Seorang warga bernama Kurmain, pertama kali menemukannya. Batu itu berada di angka lima pada tes kekerasan,” ungkapnya.

Hingga Kamis (12/3/2015) siang, sudah dua bongkah batu yang berhasil diambil.

“Menurut dugaan warga, masih ada enam bongkah lagi batuan alam sejenis rubi di area yang sama,” bebernya.

Meski tergolong batu alam dengan nilai harga yang lumayan, warga tak sampai gaduh dan saling rebut.

Menurut Sudarno, jika didasarkan pada angka kekerasan, batu alam sejenis rubi yang ditemukan di desanya, sudah nyaris seimbang dengan batu mulia.

Dia menjelaskan, batu mulia memiliki tingkat kekerasan di atas lima hingga 10.

“Jika tingkat kekerasannya sudah lebih dari 10, sudah tergolong batu permata,” katanya.

Dia yang juga seorang ketua komunitas perajin akik Kemadu mengaku belum akan memperjualbelikan batu temuan sejenis rubi itu.

“Saat ini kami lebih memilih mengerjakan pesanan untuk batu jenis lain,” katanya.

Batu-batu yang digarapnya menjadi mata akik, berasal dari Bengkulu dan Kalimantan.

Dia biasa menghargai pesanan batu menjadi akik dengan Rp20.000 per mata. Harga tersebut tergolong murah, sehingga pesanan melimpah.

“Namun kami tidak bisa merampungkannya secara cepat. Peralatan yang kami miliki masih terbatas,” tandasnya.

Sudarno menambahkan, industri batu akik di wilayah Kemadu sedang tumbuh.

Beberapa pemuda yang selama ini menganggur, kini mulai aktif menggarap pesanan dari luar desa.

Tidak hanya kaum adam, mereka dari kaum hawa pun terlibat dalam pengerjaan pesanan batu akik.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan