Gempar Isu Temuan Bangkai Orok, Ternyata Kucing

Jumat, 31 Oktober 2014 | 15:28 WIB

 

Temuan bangkai yang sempat dikira mayat bayi oleh warga Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber, Jumat (31/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Temuan bangkai yang sempat dikira mayat bayi oleh warga Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber, Jumat (31/10/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Warga Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber mendadak gempar pada Jumat (31/10/2014) sekitar pukul 10.00 WIB gara-gara isu temuan mayat orok atau bayi di tegalan dekat permakaman desa setempat.

Warga berbondong-bondong datang ke lokasi yang cukup jauh, sekitar 500 meter dari permukiman, untuk membuktikan kebenaran isu tersebut. Tim dari Unit Reserse Kriminal Polsek Sumber, termasuk Kapolsek AKP Bibit Agung Santoso, juga turun ke lapangan.

Kepala Desa Kedungtulup Tugimin sempat menuturkan, isu temuan mayat bayi ini mencuat karena omongan dari mulut ke mulut warga, karena menemui bau busuk dari dalam kain di sebuah tegalan jati milik salah satu warganya.

“Tapi tidak jelas, bangkai itu bayi atau bukan. Yang jelas ya karena melihat kain yang di dalamnya ada bau busuk. Warga menyimpulkannya sendiri itu bayi yang telah membusuk, sehingga membikin gempar,” katanya.

Kepala Unit Reskrim Polsek Sumber Aiptu Taat Ujianto langsung melakukan olah tempat kejadian. Dia mengungkapkan, memang ada bau busuk dari isi bungkusan kain. Namun pihaknya meyakini bukan orok, melainkan bangkai binatang jenis kucing.

“Kami simpulkan ini bukan mayat bayi, melainkan bangkai kucing. Kalau dilihat dari kedalaman tempat mengubur yang hanya sekitar 20 centimeter serta lebarnya yang selepek atau sekitar 15 centimeter, kok nggak masuk akal (kalau untuk mengubur bayi, red,” katanya.

Lagi pula, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, geger isu temuan mayat bayi ini bermula ketika serasah jati di tegalan warga dibakar. Warga kemudian mendapati kain berbahan kaos yang turut terbakar.

Tampak ada yang mencurigakan, warga mengungkah atau membongkar kaos itu. Bau busuk pun langsung menyengat. Tak sampai berpikir lebih jauh, tiba-tiba berembus kabar penemuan mayat bayi.

“Mungkin ada orang yang melintas di jalan lalu menabrak kucing. Menurut kepercayaan sejumlah warga, kalau menabrak kucing, biasanya langsung dirumat seperti manusia. Kaos itu diduga untuk membungkus sebelum menguburnya,” katanya.

Kapolsek Sumber AKP Bibit Agung Santoso meminta warga untuk menjadikan kegemparan desa pagi itu, sebagai pelajaran. Menurut dia, semestinya tidak langsung merespon setiap temuan dengan heboh, tetapi segera menghubungi pihak yang berwajib.

“Saya saja ini tadi sempat ‘ngos-ngosan’ karena jaraknya cukup jauh dari jalan raya. Tapi, bersyukur bukan temuan mayat bayi. Ya harapannya agar warga tak mudah heboh dengan setiap temuan. Cek dulu. Kalau ragu hubungi kita. Jangan dulu menyebarkan informasi yang tidak jelas,” terang Kapolsek.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan