Tempat Pelelangan Ikan di Rembang Lumpuh

Senin, 10 Juli 2017 | 20:49 WIB

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung tampak lumpuh, Senin (10/7/2017). Nelayan cantrang dan purseseine tidak melaut karena tidak memiliki dokumen berlayar yang lengkap. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tempat pelelangan ikan di Rembang, lumpuh. Pasalnya, sebagian besar nelayan tidak berani melaut menangkap ikan, setidaknya sejak selepas Lebaran.

Ratusan kapal baik jenis cantrang maupun mini purseseine tampak berlabuh di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung. Praktis tidak ada aktivitas lelang di TPI setempat.

Ketua Paguyuban Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang Suyoto mengungkapkan, nelayan tidak berani melaut karena saat ini SIPI atau surat izin penangkapan ikan (SIPI), kedaluwarsa.

Surat laik operasi atau SLO yang mesti dimiliki untuk melaut pun sama; habis masa berlakunya. Pengajuan SIPI dan SLO kepada pihak PPP atau Pelabuhan Perikanan Pantai, tidak diproses.

“Pengajuan SIPI dan SLO kepada Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, dan ke Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sama sekali tidak diproses,” katanya.

Menurut Suyoto, petugas di instansi tersebut mengatakan, bahwa perpanjangan SIPI dan SLO wajib menyertakan keterangan telah diukurulang oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Hingga saat sekarang belum ada klarifikasi lebih lanjut dari KKP soal pengukuran ulang kapal nelayan di Rembang,” akunya kepada wartawan di Rembang.

Ia membenarkan, kapal yang sandar lantaran tidak berani melaut terdiri atas kapal cantrang dan mini purseseine. Awak mini purseseine tidak berani melaut, juga karena takut kena razia.

“Kebanyakan mereka merasa takut terkena razia laut jika pergi nekat mencari ikan lantaran tidak mengantongi dokumen. Kalau ada yang nekat melaut, hanya sedikit. Curi-curi kesempatan,” katanya.

Senin (10/7/2017), sebagian besar nelayan cantrang berasal dari Rembang berangkat ke Jakarta. Mereka kembali mengajukan protes terhadap larangan penggunaan cantrang.

Nelayan cantrang menginginkan alat tangkap mereka dilegalkan. Dalihnya, cantrang dinilai tidak merusak lingkungan. Tetapi Pemerintah tetap berkeras melarangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan