Tembakau Tambah, Bagi Hasil untuk Rembang Tak Otomatis Gendut

Thursday, 21 August 2014 | 18:21 WIB
Suasana penyortiran hasil panen petani di gudang pembelian tembakau Desa Landoh . (Foto:Rif)

Suasana penyortiran hasil panen petani di gudang pembelian tembakau Desa Landoh. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dana bagi hasil cukai hasil tembakau atau DBHCHT yang diterima oleh Kabupaten Rembang tidak otomatis gendut, meski lahan tembakau di kabupaten ini bertambah luas setiap tahunnya. Bahkan ketika luasan tembakau bertambah menjadi 2.000 hektare pada 2013, atau tambah 1.000 hektare dari tahun 2012, DBHCHT yang diterima Rembang, justru menurun.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Rembang Sukandar mengakui, meski luasan tembakau tahun ini bertambah lagi menjadi 2.500 hektare, namun tidak serta merta menjadikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau meningkat. Dampak perluasan tembakau tahun ini, baru bisa dirasakan dua tahun lagi.

Menurutnya, dasar penentuan besarnya bagi hasil memang dipengaruhi oleh berbagai hal, di antaranya jumlah petani tembakau dan luas tanam. Hanya saja keberadaan pabrik rokok di sebuah kabupaten juga menjadi pertimbangan lain. Apalagi, perusahaan rokok Bentoel, kini menutup usahanya di Rembang.

Tahun ini, Kabupaten Rembang menerima alokasi bagi hasil sebesar Rp6,22 miliar. Besaran ini berasal dari angka definitif DBHCHT 2014, ditambah sisa lebih penggunaan anggaran DBHCHT tahun sebelumnya. Sisa lebih ini muncul karena angka prakiraan yang dipakai dalam asumsi penetapan pendapatan di induk APBD, berbeda dengan angka definitif yang akhirnya diterima.

Penggunaan DBHCHT dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan. Menurut Sukandar, alokasinya digunakan untuk peningkatan kualitas bahan baku di level petani. Selain itu, juga dalam rangka pengawasan barang kena cukai dan cukai ilegal serta pembinaan lingkungan sosial dan industri.

Dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun ini digelontor ke sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Perindagkop, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Badan Ketahanan Pangan dan P4K, serta Disosnakertrans. Proporsi alokasi pun diatur oleh Menteri Keuangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengaku mendapat alokasi tiga miliar rupiah dari total DBHCHT yang diterima Rembang tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan traktor, mesin rajang tembakau, sumur dan embung pertanian, penataan irigasi, serta jalan bagi akses pertanian. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan