Telan Korban di Sulang, Awas Penipuan Berkedok “Call Center”

Minggu, 4 Januari 2015 | 18:57 WIB
Ilustrasi call center (Foto:thinkoutsidebr.files.wordpress.com)

Ilustrasi call center (Foto:thinkoutsidebr.files.wordpress.com)

 
SULANG, mataairradio.com – Aksi penipuan berkedok call center bank terjadi di wilayah Kecamatan Sulang, Sabtu (3/1/2015) sore kemarin.

Korbannya warga asli Desa Dawe Kecamatan Bulu yang sedang pulang kampung karena telah menetap di daerah Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Korban bernama Kiswati (31), awalnya hendak mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di Sulang. Namun begitu kartu ATM ditelan, mesin ATM macet.

Karena panik, korban menghubungi nomor telepon yang tertera di stiker yang dipasang di atas mesin ATM. Namun nomor itu palsu.

Kiswati yang disambut dengan sapaan ramah saat berbicara via telepon, menurut saja, saat dimintai PIN dan nomor rekening serta agar datang langsung ke Kantor BNI Rembang oleh sindikat penipu.

Namun saat tiba dan kroscek ke petugas bank, saldo tabungan Rp27 juta miliknya, telah amblas.

Kapolsek Sulang AKP Mohammad Mansur mengaku telah menerima laporan korban pada Sabtu (3/1/2015) malam.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut dengan bekerjasama dengan bank,” ungkapnya.

Menurut polisi, meski bukan merupakan modus baru, aksi penipuan berkedok call center bank, termasuk baru di Rembang.

Kapolsek Sulang mengimbau agar masyarakat lebih waspada penipuan dengan cara tidak mudah mengumbar nomor proteksi identitas atau PIN.

“Akan lebih aman, jika mengalami kejadian semacam itu, cepat mengontak polisi terdekat,” terangnya.

Mansur mengungkapkan, pelaku penipuan dengan modus seperti itu, biasanya mengincar pengguna anjungan tunai mandiri, di daerah yang jauh dari bank.

“Alasannya, jarang ada petugas bank yang kontrol,” tandasnya.

Lain halnya dengan ATM yang dekat dengan lokasi bank, security atau satpam akan lebih sering memeriksa.

Bahkan satpam biasanya cepat tanggap atas kemungkinan penipuan, apabila mendapati seseorang berada lama di ruang ATM, sambil berbicara via telepon.

Mansur menambahkan, penipuan dengan mengutak-atik mesin ATM, biasanya dilakukan dengan sarana tusuk gigi, jarum peniti, atau barang sejenis yang bertujuan supaya kartu ATM tersangkut.

“Pelaku bisa memanfaatkan kejadian ini untuk dua modus,” imbuhnya.

Pertama dengan memasang nomor call center bank palsu. Harapannya, saat korban panik karena ATM-nya tersangkut, call center palsu akan dihubungi dan ujung-ujungnya meminta PIN ATM.

Yang kedua dengan kedok pura-pura membantu saat ATM tersangkut. Pelaku akan meminta korban untuk memanggil satpam atau polisi.

Namun sebelum korban berlalu, pelaku biasanya akan meminta PIN, dengan alasan untuk mencoba utak-atik, sambil menunggu satpam datang. Namun itu akal-akalan saja.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan