Teknologi Produksi Semen di Rembang Ramah Lingkungan

Rabu, 26 September 2018 | 22:36 WIB

Data dari PT Semen Gresik, terkait teknologi produksi pada pabrik semen tersebut dinilai ramah lingkungan. (Foto: mataairradio.com)

 
BANDUNG, mataairradio.com – Proses produksi semen oleh PT Semen Gresik Rembang berbeda engan pabrik semen plat merah lainya. Pasalnya pabrik semen di Rembang milik negara tersebut menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Gatot Mardiana Kepala Departemen Oprasional pada PT Semen Gresik Tbk.

Menurutnya, teknologi pada penggerak konveyor yang digunakan pabrik semen di Wilayah Gunung Bokong di Kecamatan Gunem-Rembang tersebut mampu menghemat konsumsi listrik hingga 20 persen.

Selain itu, teknologi filternya juga mampu menurunkan emisi debu sampai dengan kurang dari 30 miligram per kubik.

“Teknologi yang digunakan di pabrik (Semen) Rembang, berbeda dengan pabrik semen milik Semen Indonesia Grup lainya. Pabrik yang di Rembang menggunakan teknologi ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini penyerapan hasil prodiksi di perusahaanya belum ada peningkatan. Hal itu dikarenakan persaingan pasar semen di Indonesia semakin ketat.

“Untuk penyerapan produksi masih seperti tahun lalu. Namun demikian, kami tetap optimis. Dengan keberadaan PT Semen Gresik di Rembang dan Indarung dapat turut menjadi solusi,” terangnya.

Pabrik semen milik PT Semen Gresik di Rembang sendiri menelan investasi sebesar Rp4,9 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai tiga juta ton per tahun.

Sama seperti pabrik semen yang di Indarung, Sumatera Barat milik PT Semen Padang, kapasitas produksinya juga tiga juta ton per tahun dengan nilai investasi sebesar RP3,8 triliun.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan