Teknis Pendaftaran Daring PPDB 2019 Jadi Kendala Calon Siswa SMA/SMK

Rabu, 19 Juni 2019 | 17:10 WIB

Jupri, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Rembang. (Foto: mataaairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Teknis pendaftaran secara daring atau online dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Rembang menjadi kendala bagi para calon siswa SMA maupun SMK.

Sholihin salah satu Guru di SMA Negeri 1 Rembang mengungkapkan, pelaksanaan PPDB 2019 di sekolahnya, secara keseluruhan tidak ada kendala. Kendala justru muncul pada kemampuan penguasaan teknologi informasi pada calon peserta didik baru.

Ia mengatakan, beberapa diantara calon peserta didik baru jenjang SMA/SMK masih ada yang belum menguasai cara aktivasi akun dan konfirmasi password, yang merupakan bagian dari tahapan pendaftaran secara online.

“Kendala lebih kepada anak. Misalnya aktivasi akun, konfirmasi password mereka (Calon Siswa SMA/SMK, red.) itu ndak tahu. Kemampuan penguasaan IT anak-anak SMP terbatas,” ujarnya saat ditemui mataairradio.com.

Menurutnya, kendala itu terjadi lantaran belum diajarkan dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Pemerintah menganggap bahwa siswa SMP sudah menguasai sistem pendaftaran secara daring.

“Harusnya aktivasi akun, konfirmasi password kan sudah biasa kalau buat e-mail. Mungkin itu tidak ada pas pelajaran TIK dulu. Dianggap anak sudah bisa,” imbuhnya.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Rembang, Jupri menyatakan, proses pelaksanaa PPDB pada tahun ini secara keseluruhan menggunakan pendaftaran online.

Dia menjelaskan, tahap pendaftaran secara online itu antara lain pengunduhan akun dan password yang akan dimulai pada 24-28 Juni 2019. Sedangkan pendaftaran online dilakukan selama lima hari, sejak tanggal 1 Juli 2019.

“Pembuatan akun dan password tanggal 24 Juni sampai 28 Juni ini. Pendaftaran onlinenya 1 Juli sampai 5 Juli 2019. Jadwalnya mudah-mudahan tidak berubah,” tuturnya.

Jupri mengungkapkan, sosialisasi dan simulasi terkait teknis pendaftaran online sudah pihaknya lakukan kepada para calon peserta didik baru. Ia juga mengungkapkan, bahwa hasil evaluasinya sudah disampaikan kepada pimpinan cabang dinas pendidikan di Kabupaten Pati.

“Sejak awal sudah koordinasi dengan masing-masing pihak terkait. Mulai persiapan hingga hari ini kalau ada perkembangan dan perintah dari atasan langsung kami komunikasikan.

Sosialisasi dan simulasi sudah berjalan secara normal. Ada SMA yang terkendala jaringan internetnya, yaitu SMA Sale. Namun secara keseluruhan berjalan normal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MKKS SMK Kabupaten Rembang Gatot Raharjo mengatakan, regulasi PPDB SMK tahun ini merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 9 tahun 2019.

Ia mengatakan, bahwa sistem PPDB SMK pada tahun ini berbeda dengan PPDB SMA, yang diantaranya mengunakan sistem zonasi.

“PPDB SMK tidak pakai sistem zonasi, tapi berdasarkan nilai hasil ujian dan prestasi akademik maupun non akademik kalau ada,” jelasnya saat dihubungi reporter mataairradio.com melalui sambungan telepon, pada Rabu (19/6/2019).

Berdasarkan data yang diterima mataairradio.com dari MKKS SMA dan SMK, daya tampung SMA dan SMK Negeri di kabupaten ini untuk PPDB tahun ini mencapai 4.546 siswa.

Kuota sebesar itu terbagi untuk sembilan SMA dan enam SMK Negeri. Rinciannya, sembilan SMA Negeri dapat menerima 2.818 siswa dan enam SMK Negeri mampu menampung 1.728 siswa.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan