Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Terapkan Graduasi Mandiri Ekonomi

Kamis, 30 September 2021 | 12:53 WIB

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: mataairradio.com)

 

SEMARANG, mataairradio.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggunakan strategi graduasi mandiri ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng, Harso Susilo menjelaskan, pemberdayaan masyarakat dengan sinergi lintas sektoral bakal Pemprov Jateng lakukan selama tiga bulan ke depan di lima daerah prioritas.

Ia menyebutkan, ada sebanyak 859.288 keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng, Harso Susilo saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya, Rabu (29/9). Harso mengatakan, di Jawa Tengah ada 859.288 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Kita pakai strategi graduasi ekonomi mandiri, jadi kita melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sinergitas program lintas sektoral secara berkelanjutan,” ujar Harso saat menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya, Rabu (29/9/2021).

Menurut Harso, dengan cara itu, pengentasan kemiskinan ekstrem dilakukan dengan mengubah mindset para KPM. Nantinya,mereka yang selama ini menerima bansos dan lainnya, dilatih ketrampilan tangan hingga wirausaha.

Ganjar meminta kepada Harso, agar strategi tersebut segera diterapkan di lima daerah prioritas yang disorot pemerintah pusat. Sehingga target menanggulangi kemiskinan ekstrem di daerah itu dapat selesai dalam tiga bulan.

“Kalau tiga bulan, ini tadi di perintahkan di lima lokasi uji coba bisa. Tiap bulan setelah kita bantu nanti dua bulan kita evaluasi pendapatannya meningkat atau tidak, dengan kroyokan SKPD.

Setelah bekerja di rumah mereka nganggur nggak? Kalau nganggur itu dari Dishanpan itu ada desa mandiri pangan, bantuan ternak, dan juga bibit benih pekarangan, dinas perikanan ada lele dan hiu, paus dan ubur-ubur,” kata Harso usai menemui Gubernur.

Harso mengatakan, dengan cara itu juga pihaknya menargetkan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jateng dalam dua tahun.

“Yang penting mereka ada masukan pendapatan. Sehingga dengan garis kemiskinan mereka di atas 500 ribu, mereka sudah lepas dari garis kemiskinan. Dari hitungan kami dengan peningkatan pendapatan bisa terlihat di dua tahun.

Dua tahun itu karena se-Jawa Tengah 800-an ribu itu sekian yang disasar, karena secara bertahap merubah mindset mereka untuk mandiri, tidak hanya zona nyaman menerima bansos,” pungkas Harso.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo sudah sejalan dengan program itu. Tugas pemerintah daerah saat ini adalah menyiapkan data dengan benar, sesuai fakta, dan sesuai dengan data dari pemerintah pusat. Tentunya supaya kelompok sasaran dapat dijangkau oleh bantuan dan tidak meleset.

“Tadi saya minta Pemda untuk menghitung dari desil satu di lima kabupaten prioritas itu untuk dipetakan. Setiap nama, alamatnya di mana, kondisi hari ini seperti apa, dan bantuan yang sudah didapat seperti apa.

Kalau kemudian kita mau aksi untuk tiga bulan ke depan, penyelamatan apa yang musti dilakukan kepada mereka agar terentaskan dengan cepat,” kata Ganjar.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan