Tebing Longsor, 16 Keluarga di Tengger Terancam

Kamis, 8 Januari 2015 | 15:52 WIB
BPBD Rembang meninjau lokasi longsor kamis 8/ 1/2015. (Foto:Pujianto)

BPBD Rembang meninjau lokasi longsor kamis 8/ 1/2015. (Foto:Pujianto)

 
SALE, mataairradio.com – Tebing setinggi enam meter dan panjang sepuluh meter di Dusun Gunung Gerang Desa Tengger Kecamatan Sale, longsor.

Jalan kampung sempat tertutup akibat tertimpa material longsoran berupa batu.

Beruntung, jalan kampung itu buntu, sehingga tak banyak mengganggu aktivitas warga.

Namun kini, rumah 16 keluarga di dusun itu terancam oleh longsor susulan, sehingga mereka perlu siaga setiap saat.

Kamis (8/1/2014) pagi, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang meninjau lokasi longsor yang sebenarnya sudah terjadi pada 26 Desember lalu.

“Sementara ini, penanganan dilakukan dengan pembersihan jalan dari material longsoran,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Rembang Pramujo.

Menurut pihak BPBD Rembang, penanganan lain terhadap potensi longsor di Gunung Gerang itu, baru akan ditentukan setelah dilakukan kajian.

“Kami juga perlu melaporkan dulu hasil kajian kepada Bupati sebelum direalisasikan,” tandasnya.

Menurutnya, yang saat ini diperlukan adalah kesiapsiagaan warga terhadap longsor.

“Jika longsor susulan tebing terjadi, maka radius dari daerah yang berpotensi terkena, bisa sampai ke 16 rumah keluarga itu,” tegasnya.

Pihaknya menyarankan agar begitu hujan deras turun dalam waktu cukup lama, warga segera saja mengungsi, ke tetangga terdekat yang lebih aman.

“Sejauh ini, belum ada rajek bambu yang dipasang guna mengantisipasi longsoran dari atas,” imbuhnya.

Kepala BPBD Rembang Suharso menambahkan, alat pendeteksi longsor diperlukan sebagai peringatan dini bagi warga Gunung Gerang.

Namun sayangnya, alat tersebut baru terpasang di daerah Bukit Galwulung di wilayah Desa Bendo Kecamatan Sluke.

Anggaran daerah untuk membeli tambahan alat pendeteksi longsor, disebut terbatas.

“Belum ada anggaran yang diposting untuk membeli alat canggih ini saat sekarang,” pungkas Suharso.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan