Tebing Longsor Timpa Rumah Warga Manggar

Senin, 20 Januari 2014 | 14:50 WIB
Runtuhan rumah Siti Sundari Desa Manggar Kecamatan. (Foto:mataairradio.net)

Runtuhan rumah Pasangan Sutriyono-Siti Sundari Desa Manggar Kecamatan, yang longsor menimpa rumah milik kodir. (Foto:mataairradio.net)

SLUKE, MataAirRadio.net – Tebing setinggi delapan meter di Desa Manggar Kecamatan Sluke longsor selebar 12 meter pada Senin (20/1) pagi. Tebing di depan rumah Sutriyono itu menimpa bagian rumah belakang milik Kodir yang berada tepat di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Namun rumah Sutriyono yang hanya dihuni istrinya, Siti Sundari dan anak-anaknya, kini mengalami retak-retak. Mereka pun meninggalkan rumahnya dan memilih mengungsi ke rumah orang tuanya, demi keamanan.

Sementara rumah bagian belakang milik Kodir yang tertimpa dan roboh, langsung dibersihkan. Hujan yang mengguyur hampir semalaman dalam beberapa hari ini diduga menjadi pemicu longsor.

Siti Sundari mengaku kaget ketika tiba-tiba mendengar suara gemuruh saat berada di kamar mandi. Dia pun segera bergegas keluar untuk mengecek apa yang terjadi. Sempat dikira tandon air yang jatuh, namun setelah keluar, ternyata longsor sudah sampai di depan pintu.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Harjono mengaku sudah menerjunkan tim ke lapangan. Pihaknya juga langsung membawa logistik berupa sembako untuk keluarga korban.

Harjono mengaku akan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati, setelah melakukan kajian di lapangan. Sembari menunggu ada langkah penanganan, warga dimintanya agar waspada.

Hujan berintensitas sering masih akan terjadi pada sepanjang Januari. Warga diminta pula untuk membuat aliran di perbukitan, agar air tak mengalir liar dan menimbulkan kerentanan longsor. Kondisi daerah yang bertebing memang harus selalu siaga terhadap bencana tersebut.

Warga bersama aparat dari Polsek dan Koramil Sluke langsung bahu membahu membersihkan lokasi rumah dari longsoran. Untuk diketahui, ada ratusan rumah yang berdiri di atas tebing dan di bawahnya. Warga Manggar berharap ada penanganan dengan rekayasa teknik, agar potensi longsor bisa diminimalkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan