Tebing Saluran Pelimpah Embung Grawan Ambrol

Rabu, 1 Januari 2014 | 21:34 WIB
Tebing saluran pelimpah Embung Grawan, ambrol pada Selasa (3112) kemarin. (Foto:Puji)

Tebing saluran pelimpah Embung Grawan, ambrol pada Selasa (3112) kemarin. (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Tebing sisi barat pada saluran pelimpah Embung Grawan di Desa Grawan Kecamatan Sumber, diketahui ambrol sepanjang enam meter pada malam tahun baru atau pada Selasa (31/12) malam. Ambrolnya tebing diduga sebagai buntut guyuran hujan hampir seharian kemarin.

Begitu diketahui ambrol, pihak desa segera berkoordinasi dengan petugas penjaga embung untuk mengurangi debit air secara perlahan. Dari pantauan MataAir Radio pada Rabu (1/1) pagi, debit embung yang dibangun tahun 2004, masih aman.

Kepala Desa Grawan Saji mengaku mendapat laporan dari warga terkait ambrolnya tebing saluran pelimpah. Warga berharap ambrolnya tebing segera ditangani. Memang saat ini kondisinya tidak terlalu rawan, namun jika debit embung bertambah dan curah hujan terus tinggi, air bisa melimpas keluar saluran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang belum menerima informasi mengenai ambrolnya tebing pada saluran pelimpah Embung Grawan. Kepala BPBD Suharso, akan segera berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang untuk cek lokasi.

Menurutnya, belum lama ini pihaknya mengecek debit Embung Grawan. Kondisinya memang masih aman. Hanya saja, karena curah hujan tinggi, pengurangan debit air bisa dilakukan.

Suharso menambahkan, guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, warga di sepanjang aliran Embung Grawan diminta untuk waspada. Ambrol berpotensi meluas jika curah hujan berlangsung terus menerus.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman menyatakan akan segera mengecek lokasi tebing ambrol. Dia belum bisa berkomentar apa pun, sebelum terjun ke lapangan.

Ambrol pada saluran pelimpah Embung Grawan tidak kali ini saja terjadi. Pada Desember 2010 lalu, longsor juga pernah terjadi di sebelah selatan jembatan atau sekitar 15 meter dari lokasi ambrol yang sekarang.

Embung Grawan menampung curah hujan dan aliran Sungai Kalijengking di selatan embung. Embung dengan luas daerah tangkapan 11, 6 kilometer persegi ini, bisa menampung debit hingga 82.500 meter kubik. Air dari embung sedianya dipakai 50,94 liter per detik untuk keperluan irigasi, dan 6,4 liter per detik untuk air baku. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan