Tebang 5 Pohon Pelindung Jalan, BRI Diprotes

Jumat, 29 Januari 2016 | 16:37 WIB
Dua dari tiga aktivis serikat masyarakat untuk pembangunan Rembang saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes penebangan pohon di depan BRI Cabang Rembang, Jumat (29/1/2016). (Foto: Pujianto)

Dua dari tiga aktivis serikat masyarakat untuk pembangunan Rembang saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes penebangan pohon di depan BRI Cabang Rembang, Jumat (29/1/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang yang mengatasnamakan diri Serikat Masyarakat untuk Transparansi Pembangunan Rembang datang ke Kantor BRI Cabang Rembang, Jumat (29/1/2016) pagi.

Mereka memprotes penebangan 5 pohon pelindung tepi jalan yang berumur puluhan tahun. Tampak dua lembar poster berbahan kertas bernada protes dibentangkan.

Mereka menuntut BRI agar mengganti pohon yang ditebang itu serta meminta kepala cabang bank plat merah itu mundur jika tidak bertanggung jawab.

Suparno, koordinator aksi tersebut juga mempertanyakan alasan BRI menebang lima pohon jenis glodokan. Padahal, pohon itu menurutnya tidak sampai mengganggu aktivitas perluasan gedung kantor BRI Cabang Rembang.

“Kami meminta pihak BRI menggantinya dengan 10.000 bibit pohon dan ditanam di lahan kritis di Rembang,” katanya.

Pihak BRI Cabang Rembang belum memberikan tanggapan terkait protes warga tersebut.

Bambang S, petugas satpam di Kantor BRI mengatakan, jajaran pimpinan bank sedang keluar kantor. Namun ia tidak menyebutkan, sedang dalam acara apa.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum Rembang Hendro Riyadi mengatakan permohonan dari BRI agar lima pohon itu ditebang sudah disetujui oleh Kepala DPU Mujoko.

“Permohonan itu disampaikan melalui surat resmi BRI pada 11 Januari lalu,” ungkapnya.

Alasan penebangan, menurut Hendro, karena mau dimanfaatkan BRI untuk taman. Namun di taman baru itu nanti, BRI akan menanam lagi total 6 pohon sejenis, masing-masing 3 pohon di dalam dan di luar pagar.

“Soal tanaman pengganti pun BRI sudah menyanggupi, per pohon lima bibit baru,” terangnya.

Hendro menambahkan, bibit baru itu nanti akan diarahkan untuk ditanam di titik lain di sepanjang Jalur Pantura Rembang, yang menyisakan ruang kosong.

Ia juga mengatakan, penebangan 5 pohon itu, tidak secara seketika semuanya, tetapi 3 di antaranya, terlebih dulu dipendekkan.

Ia yang didampingi Kepala Seksi Pertamanan Suhardi mengaku sulit menolak permohonan izin penebangan pohon pelindung tepi jalan. Apalagi itu berasal dari perusahaan plat merah.

“Hanya saja, persetujuan penebangan tetap memperhatikan komitmen penggantian pohon dari perusahaan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan