Tangkal Radikalisme, Ansor Rembang Diklat 100 Banser

Jumat, 25 Maret 2016 | 21:46 WIB

banser kaliori

 

KALIORI, mataairradio.com – Gerakan Pemuda Ansor Cabang Rembang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi sekitar 100 calon Barisan Ansor Serbaguna di Desa Meteseh Kecamatan Kaliori mulai 25-27 Maret nanti.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, diklatsar digelar untuk menangkal radikalisme agama yang menjalar sampai ke desa.

“Banser baru yang dihasilkan lewat diklatsar kami harapkan bisa memberikan pemahaman tentang islam yang rahmatan lil’alamin atau meluruskan ajaran agama islam yang menyimpang,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Selain itu juga diharapkan bisa memahamkan tentang bentuk final bernegara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila, UUD 1945, dan bersendikan bineka tunggal ika.

“Karena peserta diklatsar tembus 100 orang dan berasal dari banyak ranting atau desa dan kecamatan atau anak cabang, maka diklatsar ini diyakini efektif guna menangkal radikalisme,” tandasnya.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Rembang Zaenal Arifin menambahkan, setiap peserta di diklatsar diberikan materi tentang ke-NU-an, keaswajaan, keansoran, dan kebangsaan.

“Para peserta juga diajarkan tentang kesamaptaan sebagai kader inti GP Ansor,” imbuhnya.

Rangkaian materi tersebut menurut Zaenal akan diberikan dalam waktu tiga hari sejak Jumat 25 Maret ini. Lokasi diklatsar kali ini dipusatkan di Desa Meteseh Kecamatan Kaliori, tepatnya di Madrasah Al Hidayah.

“Diklatsar kali ini adalah yang keempat sejak 2003,” ujarnya.

Namun pendidikan dan pelatihan dasar ini menjadi yang pertama di masa khidmah PC GP Ansor 2015-2019. Ia menegaskan bahwa satu bulan setelah diklatsar ini, akan digelar juga kegiatan serupa di anak cabang yang lain.

“Yang paling dekat di Sumber pada 28 April sampai 1 Mei. Pesertanya pun sama dengan diklatsar ini, yakni sekitar 100 orang,” bebernya.

Zaenal menegaskan, kegiatan diklatsar semakin penting dilakukan karena banyak peristiwa yang berusaha merongrong Aswaja dan NKRI.

“Dengan diklatsar, segala informasi termasuk situasi nasional terkini bisa dibahas secara bersama,” tegasnya.

Banser diakuinya perlu meningkatkan kewaspadaan di semua lini agar jangan sampai ada bibit terorisme di desa.

“Kami akan berusaha membatasi dan membentengi kader dari paham yang tidak jelas, yang merongrong agama dan NKRI,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan