Tanda Tangannya Dipalsukan, Syahbandar Tanjung Bonang Ogah Lapor Polisi

Jumat, 23 Januari 2015 | 18:05 WIB
Dody Sambodo (kanan) ketika memberikan keterangan kepada Komisi A DPRD Rembang di Ruang Rapat Komisi, Rabu (21/1/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Dody Sambodo (kanan) ketika memberikan keterangan kepada Komisi A DPRD Rembang di Ruang Rapat Komisi, Rabu (21/1/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Syahbandar atau Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Tanjung Bonang Dody Sambodo membeber bahwa salah seorang pegawai telah nekat memalsukan tanda tangannya di surat izin pengawasan pelabuhan. Namun dia mengaku masih enggan melaporkannya kepada polisi.

Padahal, surat izin pengawasan pelabuhan yang dibuat seolah-olah atas namanya ini, telah menjadikan transaksi solar ilegal di Tanjung Bonang, nyaris tak terendus alias seolah-olah legal.

Beruntung, kala itu, polisi yang mendapat informasi dari warga, segera sigap dan melakukan penangkapan.

Dody mengaku masih repot oleh sejumlah urusan operasional Pelabuhan Tanjung Bonang, sehingga belum berpikir melaporkan pegawai yang berinisial Sh kepada polisi, setidaknya hingga Jumat (23/1/2015) ini.

“Namun yang bersangkutan telah mengaku memalsukan tanda tangan saya,” ungkapnya.

Syahbandar enggan membeber lebih jauh alasan Sh nekat memalsukan tanda tangannya. Yang jelas, Sh memalsukan surat izin pengawasan dan tanda tangan saktinya, pada saat Dody sedang punya urusan dinas di luar kota.

“(Tanda tangannya) tidak dipindai atau di-scan dan kemudian dicetak (oleh Sh), tetapi langsung digores dengan tinta basah dari pulpen.Saya sudah sulit lagi percaya kepada dia sekarang,” ujarnya.

Meski menyatakan sudah hampir tak lagi percaya, Kepala UPP Tanjung Bonang, masih memberikan pekerjaan untuk Sh.

Saat ditanya mengenai alasan tidak memberi “off-job” bahkan pemecatan terhadap Sh yang sudah jelas melakukan kejahatan, Dody berdalih baru mempereteli saja kewenangannya.

Seperti diberitakan, Sabtu 15 November 2014 silam, polisi berhasil menggagalkan transaksi 16.000 liter solar ilegal di Pelabuhan Tanjung Bonang.

Ketika mengamankan dua orang sopir pengangkut solar bodong itu, polisi menyita sejumlah dokumen, salah satunya surat izin pengawasan dari pelabuhan.

Dody Sambodo mengaku baru mengetahui tanda tangannya di surat izin pengawasan itu dipalsukan, setelah polisi memeriksanya dan merasa tidak pernah mengeluarkan surat izin pengawasan pelabuhan terkait transaksi solar ilegal tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan