Petani Rembang Rintis Kemitraan Tanaman Bunga dengan Jepang

Senin, 30 Juni 2014 | 13:15 WIB
Sudiono memetik bunga foranda di kebun yang dikelolanya bersama Samijan, di Dusun Jatirejo Desa Grawan Kecamatan Sumber, Minggu (29/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Sudiono memetik bunga foranda di kebun yang dikelolanya bersama Samijan, di Dusun Jatirejo Desa Grawan Kecamatan Sumber, Minggu (29/6) pagi. (Foto:Pujianto)

SUMBER, MataAirRadio.net – Sejumlah petani di Kabupaten Rembang ternyata telah merintis kemitraan pengembangan tanaman bunga dengan sebuah perusahaan obat dan kosmetik di Jepang. Petani mengembangkan bunga jenis foranda secara kemitraan dengan PT Ogawa Jakarta untuk dipasok ke Negeri Sakura ini.

Sudiono, salah seorang petani yang ditemui di Dusun Jatirejo Desa Grawan Kecamatan Sumber mengaku baru menjalin kemitraan dengan PT Ogawa dalam satu tahun ini. Kemitraan dilakukan dengan kontrak kepastian pasar dan harga dari bunga foranda selama satu tahun.

Hingga Minggu (29/6) ini, Sudiono mengaku sudah panen 2,5 kuintal bunga kering dari seperempat hektare lahannya. Cara menanam foranda hampir sama seperti cabai. Bibit foranda yang telah disemai satu bulan, kemudian dipindahkan dari bedengan. Cukup 1,5 bulan dari penanaman, foranda siap panen.

Sudiono yang mengaku asli Desa Srikaton Kecamatan Jaken dan menanam foranda bersama Samijan, warga Dusun Jatirejo ini menyebut, bisnis tanaman hortikultura jenis bunga, belakangan tampak bergairah. Bunga jenis foranda yang telah kering, kini dihargai perusahaan Rp85.000 per kilogram.

Menurutnya, produktivitas per hektare tanaman bunga foranda, sejak petik pertama hingga terakhir, bisa mencapai 5-6 kuintal. Jika diuangkan, nilai panen bisa mencapai Rp51 juta per hektare. Sementara besarnya modal per hektare versi Sudiono, hanya sekitar Rp11 juta. Foranda juga bisa ditanam di tanah jenis apa saja.

Dia juga menyebutkan, untuk sementara ini, foranda baru dikembangkan oleh 48 orang petani dengan kontrak 20 ton per tahun. Hingga bulan Juni, baru masuk 12 ton, sedangkan penjualan berikutnya akan dilakukan setelah Lebaran.

Tanaman bunga foranda tidak hanya dijumpai di Dusun Jatirejo Desa Grawan. Di Kecamatan Sumber, foranda juga bisa ditemui di kawasan Dusun Pondok Desa Sukorejo. Selain itu juga bisa dijumpai di Desa Mantingan Kecamatan Bulu.

Meski menjanjikan, sejumlah petani mengaku tidak mau terlalu percaya diri. Mereka mengaku terus memantau perkembangan kontrak dengan PT Ogawa, khususnya terkait dengan kelancaran permintaan dan pembayaran. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan