Jelang Tanam, Petani Rembang Disiapi 7.935 Ton Urea

Selasa, 11 November 2014 | 13:50 WIB
Musim tanam di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Musim tanam di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para petani di Kabupaten Rembang disiapi sebanyak 7.935 ton pupuk bersubsidi jenis urea pada menjelang musim tanam tahun ini. Kesiapan tersebut diungkapkan pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang.

Selain urea, petani juga disiapi sebanyak 911 ton pupuk jenis SP-36, 2.215 ton pupuk jenis phonska, 2.996 ton pupuk jenis ZA, dan 2.818 pupuk organik. Jatah ini dimanfaatkan petani mulai bulan November 2014.

“Serapan pupuk hingga 31 Oktober 2014. Urea 65,7 persen, ZA 67,5 persen, SP-36 77,7 persen, Phonska 84,1 persen, dan Petroganik 63,3 persen,” kata Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi, Selasa (11/11/2014) siang.

Dia memastikan persediaan pupuk cukup aman, meski saat ini distribusi sudah berjalan, sehingga diperkirakan petani dapat mempersiapkan lahan secara maksimal.

“Petani memang diimbau agar mengambil pupuk lebih awal. Penyalurannya melalui distributor, pengecer, kelompok baru ke petani. Petani bisa mengambil ke pengecer jika sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” tandasnya.

Menurut Ika, untuk memaksimalkan distribusi pupuk, dilakukan pengawasan hingga tingkat kecamatan. Dia menegaskan, pengambilan pupuk lebih cepat akan membantu petani agar bisa mempersiapkan lahan dengan baik.

“Jangan sampai pengambilan pupuk nanti terlalu lama dan bersamaan. Melalui pengambilan awal, distribusi akan lebih lancar dan segera bisa dimanfaatkan petani. Agar juga tidak ada kesan, petani Rembang nggak butuh pupuk, karena penyerapan jelang musim tanam rendah,” imbuhnya.

Sebelumnya, menurut Surat Gubernur tertanggal 19 Agustus 2014, jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Rembang ditambah 20 hingga 30 persen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pupuk urea misalnya ditambah 6.558 ton menjadi 23.136 ton. Pupuk jenis SP-36 juga ditambah menjadi 4.087 ton, ZA menjadi 9.220 ton, NPK 13.933 ton, dan pupuk organik ditambah menjadi 7.681 ton.

Berdasarkan pantauan mataairradio.com, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Rembang sudah mulai melakukan penebusan pupuk di tingkat pengecer. Setiap kelompok yang menebus jatah pupuk, rata-rata baru mencairkan separuh dari rencana definitif kebutuhan kelompok.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan