Tanah Jalan Desa Dianggap Diserobot, Warga Blokir Akses Pengusaha

Minggu, 25 Mei 2014 | 15:20 WIB
Sekitar 30 warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang, Minggu (25/5) pagi menutup akses yang diklaim bekas jalan desa tetapi kini dianggap diserobot oleh pengusaha penggergajian Karya Nugraha, Haji Basis. (Foto:Pujianto)

Sekitar 30 warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang, Minggu (25/5) pagi menutup akses yang diklaim bekas jalan desa tetapi kini dianggap diserobot oleh pengusaha penggergajian Karya Nugraha, Haji Basis. (Foto:Pujianto)

SULANG, MataAirRadio.net – Sekitar 30 warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang, Minggu (25/5) pagi menutup akses yang diklaim bekas jalan desa tetapi kini dianggap diserobot oleh pengusaha penggergajian Karya Nugraha, Haji Basis. Massa sempat akan merobohkan pagar bagian belakang pabrik, tetapi digagalkan oleh aparat kepolisian yang telah siaga sejak jam sembilan pagi.

Warga yang dipimpin Kades Bogorame Budi Lestariyono lantas mengalihkan aksi di depan penggergajian tepi jalan raya Rembang-Blora. Aksi itu dilakukan dengan menancapkan spanduk bertuliskan “Di Sini Lokasi Pembangunan Jalan Desa Pranti, Pedak, Landoh, dan Bogorame”.

Akses di depan usaha penggergajian pun terhalang. Lamijan salah seorang warga Desa Bogorame mengaku terpaksa memblokir akses depan penggergajian, karena Haji Basis dianggap menyerobot tanah bekas jalan desa untuk usahanya. Warga hanya berharap agar bekas jalan desa dikembalikan fungsinya sebagai jalan, tidak dipakai seenaknya oleh pengusaha Karya Nugraha.

Sementara itu, Haji Basis mengklaim tanah yang dihuninya itu sudah bersertifikat atas namanya. Dia membelinya tahun 2006 dan langsung dibalik nama pada tahun yang sama. Usai membeli, Basis menyatakan tidak pernah merubah peruntukan tanah.

Dia membantah telah menyerobot tanah bekas jalan desa dan menyebutnya sebagai fitnah. Menurutnya tidak ada istilah penyerobotan dan pencaplokan tanah bekas jalan desa, karena semua sudah tergambar di sertifikat tanah.

Akibat aksi warga yang memblokir akses depan penggergajian, dia merasa terganggu. Sebab sehari-hari, akses itu dipakai lalu lalang armada pengangkut kayu ke penggergajiannya. Namun pagi itu, kebetulan semua pekerja libur, sehingga tidak sampai memunculkan kisruh kerja.

Kapolsek dan Danramil Sulang serta Dandim 0720 Rembang sempat turun ke lokasi untuk mengamankan keadaan dan menghindarkan dari aksi anarkhis warga. Dandim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Wawan Indaryanto mengatakan, peran pihaknya hanya sebagai media penyambung agar pihak warga dan Haji Basis bisa mencapai jalan terbaik. Jalan desa itu memang direncanakan diaktifkan lagi dengan Program TMMD Sengkuyung. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan