Ramadan, Kolam Renang Taman Kartini Ditutup

Sabtu, 5 Juli 2014 | 15:03 WIB
Pintu masuk Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. (Foto:Rif)

Pintu masuk Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kolam renang “Putri Duyung” Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang ditutup untuk sementara di awal bulan Ramadan. Sejumlah fasilitas yang terbuat dari besi telah tampak berkarat, terutama pada bagian atap, sehingga membahayakan pengunjung.

Manajer Taman Kartini Murwadi mengaku tidak menyiapkan investasi khusus untuk menangani sejumlah wahana yang telah tampak kumuh. Perbaikan di sejumlah wahana dilakukan dengan anggaran pemeliharaan rutin saja.

Menurutnya, perawatan pada sejumlah wahana di Taman Kartini dilakukan sekaligus sebagai persiapan menyambut Lebaran dan Kupatan. Murwadi juga mengaku tidak menambahi jumlah wahana, selain yang sudah ada sekarang ini.

Mengenai kapan perayaan Lebaran dan Kupatan di Taman Kartini, Murwadi mengungkapkan bahwa akan berlangsung sejak 28 Juli hingga 5 Agustus nanti. Adapun puncak dari perayaan Syawalan diprediksi terjadi pada tanggal 4 Agutus, bersamaan dengan perayaan acara tahunan sedekah laut Tasikagung.

Sejak awal, pihak pengelola Taman Kartini menargetkan kunjungan sebanyak 100.000 orang wisatawan, meski umur perayaan Kupatan hanya sembilan hari. Target tersebut didasarkan pada orientasi sebagian wisatawan, yang menjadikan pantai sebagai pilihan wisata pada saat momentum Lebaran.

Sementara itu, walaupun menutup sementara wahana kolam renang, namun tingkat kunjungan ke Taman Kartini disebut masih lebih tinggi dibandingkan pada saat Ramadan tahun lalu. Hingga Sabtu (5/7) ini, tingkat kunjungan rata-rata 100 orang per hari, namun bukan untuk acara menanti saat berbuka.

Pada kesempatan terpisah, Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan menyatakan, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi perhatian kepolisian karena terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pihaknya memang mengimbau kepada setiap pengelola objek wisata di kabupaten ini agar melakukan pengecekan secara teknis terhadap kesiapan wahana sehingga aman digunakan pada saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan