Target Ditambah Rp50 Juta, Harga Tiket Masuk Taman Kartini Dinaikkan

Sabtu, 11 Januari 2014 | 14:26 WIB
Taman Kartini Rembang (Foto:Puji)

Taman Kartini Rembang (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengelola Objek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang menaikkan harga tiket masuk bagi pengunjung dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 per orang, pada setiap hari Sabtu. Penaikan harga tiket masuk itu seiring penambahan target setoran dari pengelola ke Pemkab Rembang sebesar Rp50 juta.

Manajer Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang Murwadi mengaku tidak leluasa jika menerapkan harga tiket sebagaimana peraturan Bupati yang Rp3.500 per pengunjung. Ia juga beralasan, pengelolaan Taman Kartini sudah dipihakketigakan. Selain Sabtu dan Minggu yang Rp10.000, harga tiket masuk di hari biasa, tetap Rp5.000 per orang.

Murwadi menyebutkan, dengan hanya menerapkan harga tiket Rp3.500 per pengunjung setiap hari, dalam setahun paling hanya akan diperoleh omzet sekitar satu miliar rupiah. Rata-rata ada 300.000 pengunjung per tahun. Sementara dalam setahun, pengelola atau pihak ketiga juga wajib setoran satu miliar rupiah kepada Pemkab.

Pengelola tak mengingkari, sebagian pengunjung mengaku kaget dengan kenaikan harga tiket masuk. Namun umumnya mereka yang kaget adalah pengunjung dari dalam kota, sedangkan yang dari luar kota, umumnya tidak bereaksi.

Murwadi menyebutkan, kenaikan harga tiket masuk pada setiap hari Sabtu berlaku mulai Januari ini hingga 31 Desember 2018. Dia mengklaim, penentuan harga baru tiket itu sudah melalui pertimbangan di tingkat petinggi perusahaan persekutuan.

Sejak penambahan target setoran dari Rp950 juta menjadi satu miliar rupiah per 1 Januari 2014, CV Rembang Jaya Sentosa selaku pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang membuat sejumlah perubahan. Selain menaikkan harga tiket masuk, pengelola juga menaikkan harga sewa kios di lingkungan pengelolaan Taman Kartini.

Namun hingga hari Sabtu (11/1) ini, belum ada keputusan resmi kenaikan harga kios. Pengelola menginginkan kenaikan hingga 85 persen, sedangkan pedagang menghendaki tidak lebih dari 25 persen. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan